Universitas Teknokrat Indonesia

Teknokrat Kuatkan Kompetensi Praktis Mahasiswa Teknik Sipil Lewat Pelatihan SAP 2000

Universitas Teknokrat Indonesia gelar pelatihan software analisis struktur SAP 2000 (Structural Analysis Program 2000), Rabu (1/4/2026).

Tayang:
Dokumentasi Universitas Teknokrat Indonesia
GELAR PELATIHAN - Universitas Teknokrat Indonesia gelar pelatihan software analisis struktur SAP 2000 (Structural Analysis Program 2000), Rabu (1/4/2026). 

Melalui pelatihan SAP 2000, Universitas Teknokrat Indonesia berupaya menjembatani kesenjangan tersebut.

Mahasiswa tidak hanya belajar tentang rumus dan prinsip mekanika struktur, tetapi juga langsung memodelkan struktur, memberikan beban, serta menganalisis respons struktur terhadap berbagai kondisi pembebanan.

SAP 2000 sendiri dikenal sebagai salah satu software analisis struktur yang banyak digunakan oleh insinyur sipil di seluruh dunia.

Kemampuannya dalam memodelkan berbagai jenis struktur, mulai dari gedung bertingkat hingga jembatan bentang panjang, menjadikannya alat yang sangat relevan untuk dikuasai oleh mahasiswa.

Dalam pelatihan ini, Mahasiswa didampingi Dosen Teknik Sipil yang sekaligus sebagai pengampu Mata Kuliah terkait, diantaranya Destiana Safitri, S.T., M.T. (Desain Struktur Baja), Sefrinta Sasma Murdiagatma, S.T., M.T. (Desain Struktur Beton), Rahma Sopilawati, S. Ars., M.T., (Gambar Teknik), Ir. Sari Anton, S.T., M.T. (Teknologi Beton) dan Ir. Hadyan Bustami, S.T., M.T. (Rekayasa Gempa).

Materi pelatihan disusun secara sistematis, dimulai dari pengenalan antarmuka SAP 2000, pembuatan model struktur sederhana, hingga analisis struktur yang lebih kompleks.

Mahasiswa diajarkan bagaimana mendefinisikan material, menentukan dimensi elemen struktur, serta menginput berbagai jenis beban, seperti beban mati, beban hidup, dan beban gempa.

Salah satu aspek penting yang ditekankan dalam pelatihan ini adalah kemampuan membaca dan menginterpretasikan hasil analisis.

Mahasiswa dilatih untuk memahami output berupa gaya dalam, deformasi, serta faktor keamanan struktur. Dengan demikian, mereka tidak hanya mampu menjalankan software, tetapi juga memahami makna dari setiap hasil yang diperoleh.

Dalam konteks bangunan gedung, pelatihan ini memberikan pemahaman yang mendalam mengenai bagaimana merancang struktur yang aman dan efisien. 

Mahasiswa belajar untuk memodelkan struktur rangka beton bertulang maupun baja, serta menganalisis perilaku struktur terhadap berbagai kombinasi beban.

Selain itu, mahasiswa juga diajarkan bagaimana melakukan optimasi desain, sehingga struktur yang dirancang tidak hanya aman tetapi juga ekonomis.

Kemampuan ini sangat dibutuhkan dalam dunia konstruksi yang menuntut efisiensi biaya tanpa mengorbankan keselamatan.

Tidak hanya berfokus pada bangunan gedung, pelatihan ini juga mencakup analisis struktur jembatan.

Mahasiswa diperkenalkan pada berbagai tipe jembatan, seperti jembatan rangka (truss bridge) dan jembatan girder.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved