Universitas Teknokrat Indonesia

Di Balik Kilau Emas yang Tak Pernah Redup

Emas sebagai komoditas kuno kembali menunjukkan relevansinya di tengah ketidakpastian global yang semakin mengkhawatirkan.

Dokumentasi Universitas Teknokrat Indonesia
Shiwi Angelica Cindiyasari, S.Ak., M.B.A (Dosen S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teknokrat Indonesia) 

Bagi investor yang sudah bermain lama di komoditas emas, situasi kenaikan harga emas ini menjadi momentum yang bagus untuk mengeruk keuntungan.

Misal, Investor yang membeli emas Antam pada Juli 2025 dengan harga sekitar Rp1.908.000 per gram, kini dapat menikmati keuntungan lebih dari 40-an persen. 

Persenan ini jauh melampaui imbal hasil deposito maupun obligasi dalam periode yang sama. Namun, bagi investor yang baru akan masuk ke investasi emas sekarang, harus lebih hati-hati dalam mempertimbangkan untuk membeli emas sebagai alat investasi.

Pasar emas yang sedang tinggi bukan berarti tidak bisa turun, koreksi tajam bisa datang kapan saja, terutama jika kondisi geopolitik membaik dengan cepat. 

Lonjakan harga emas yang tinggi sering kali memicu fenomena fear of missing out (FOMO), dimana investor berbondong-bondong membeli emas dengan harga tinggi tanpa mempertimbangkan risiko penurunan.

Oleh sebab itu, diperlukan peningkatan literasi keuangan agar masyarakat memahami dengan baik setiap instrumen investasi termasuk emas.

Lonjakan harga emas yang terus terjadi bukan merupakan kabar gembira, melainkan alarm bagi investor mengenai ketidakpastian ekonomi dunia yang dipicu oleh konflik geopolitik, fluktuasi nilai tukar, inflasi serta kebijakan suku bunga yang cendrung tinggi di negara maju yang telah mendorong investor untuk mencari instrumen investasi yang lebih aman dan stabil.

lihat fotoShiwi Angelica Cindiyasari, S.Ak., M.B.A
(Dosen S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teknokrat Indonesia)
Shiwi Angelica Cindiyasari, S.Ak., M.B.A (Dosen S1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teknokrat Indonesia)

Bagi Pemerintah dan Otoritas Moneter, lonjakan ini menjadi panggilan untuk memperkuat fondasi ekonomi domestik, menjaga stabilitas rupiah, dan terus menciptakan instrumen investasi yang aman dan kredibel bagi masyarakat.

Bagi Investor, investasi emas sebaikknya tidak dijadikan satu-satunya pilihan, melainkan di kombinasikan dengan instrumen lainnya dalam satu portofolio yang terdiversifikasi. 

Dengan pemahaman yang baik dan strategi yang tepat, emas dapat menjadi investasi yang efektif untuk menjaga nilai kekayaan dan menghadapi ketidakpastian ekonomi dunia.

Pendaftaran Mahasiswa Baru di spmb.teknokrat.ac.id

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved