Universitas Teknokrat Indonesia

Belajar Pengisian SIMAK, Mahasiswa Teknokrat Kunjungi Masjid Al-Hijrah

Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia kunjungan lapangan (field trip) di Masjid Al-Hijrah.

Tayang:
Dokumentasi Universitas Teknokrat Indonesia
FIELD TRIP - Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Teknokrat Indonesia kunjungan lapangan (field trip) di Masjid Al-Hijrah. 

2.    Penentuan Titik Tembak: Membuat grid atau jaringan titik (biasanya 5 hingga 9 titik tembak pada satu area uji) dengan jarak minimal 25 mm antar titik.

3.    Pengujian (Aksi): Alat hammer ditekan secara tegak lurus pada permukaan kolom.

Energi pantulan dari pegas di dalam alat akan memunculkan nilai Rebound Number (R).

Menariknya, karena arah tembakan dilakukan secara horizontal pada kolom, mahasiswa harus menghitung faktor koreksi sudut kemiringan alat untuk memastikan data kapasitas kuat tekan yang dihasilkan benar-benar akurat.

Salah satu nilai tambah pada kunjungan lapangan mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia kali ini adalah penggunaan form dari platform SIMAK Bangunan Gedung. 

Di era digital ini, laporan berbasis kertas (paper-based) mulai digantikan oleh sistem yang terintegrasi.

Dengan menggunakan gawai atau tablet, mahasiswa langsung menginput data Rebound Number dari Hammer Test beserta hasil foto kerusakan dari uji visual ke dalam form digital SIMAK.

Sistem ini secara otomatis membantu mengklasifikasikan tingkat keandalan dan derajat kerusakan komponen beton kolom, apakah masuk dalam kategori rusak ringan, sedang, atau berat.

Pengalaman menggunakan aplikasi SIMAK ini memberikan gambaran nyata kepada mahasiswa mengenai bagaimana tata cara pengajuan Sertifikat Laik Fungsi (SLF) sebuah bangunan gedung yang kini menjadi standar regulasi ketat di Indonesia.

Bagi pengurus Masjid Al-Hijrah, kegiatan yang dilakukan oleh civitas akademika Universitas Teknokrat Indonesia ini dirasakan sangat bermanfaat.

Hasil rekapitulasi data dari pengujian Hammer Test dan uji visual ini nantinya akan diserahkan dalam bentuk dokumen laporan rekomendasi teknis. 

Dokumen ini dapat menjadi panduan bagi pihak takmir masjid jika ingin melakukan perawatan (maintenance) atau rencana pengembangan bangunan di masa depan.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini sukses mematangkan kesiapan kerja mereka. Mereka tidak hanya belajar cara membaca angka di alat, tetapi juga belajar mengidentifikasi masalah, menganalisis risiko struktur, dan menghasilkan solusi berbasis data ilmiah.

Melalui kunjungan lapangan ke Masjid Al-Hijrah ini, Universitas Teknokrat Indonesia kembali membuktikan komitmennya sebagai ASEAN Best Private University.

Terus menelurkan inovasi pendidikan, mencetak lulusan teknik sipil yang siap kerja, responsif terhadap teknologi digital, serta berdampak langsung bagi kemaslahatan fasilitas publik di masyarakat.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved