UIN Raden Intan Lampung
UIN RIL Gelar Uji Publik dan Sosialisasi Renstra Memasuki Milestone Rekognisi Internasional
UIN RIL gelar Uji Publik dan Sosialisasi Renstra 2025–2029 sebagai bagian memasuki milestone ketiga pengembangan institusi.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - UIN Raden Intan Lampung (UIN RIL) menggelar Uji Publik dan Sosialisasi Rencana Strategis (Renstra) Tahun 2025–2029 sebagai bagian langkah memasuki milestone ketiga pengembangan institusi, yakni Tahap Rekognisi Internasional, Senin (15/12/2025).
Memasuki milestone ke-3 periode 2025–2030, UIN RIL diproyeksikan menjadi universitas unggul yang berdaya saing di tingkat Asia.
Serta menuju peningkatan status kelembagaan berdaya saing internasional berdasarkan standar Quacquarelli Symonds (QS) World University Rankings.
Wakil Rektor II UIN RIL Prof. Dr. Safari, M.Sos.I mewakili rektor membuka kegiatan yang diinisiasi Tim Perencanaan UIN RIL.
Ia menyampaikan, uji publik Renstra merupakan tahap pengujian strategis untuk memastikan dokumen perencanaan jangka menengah universitas memenuhi prinsip keterpaduan antara perencanaan, penganggaran, dan pengukuran kinerja.
Forum ini menjadi ruang korektif agar Renstra yang disusun memiliki koherensi vertikal dengan kebijakan nasional serta koherensi horizontal antarunit kerja di lingkungan universitas.
Renstra UIN Raden Intan Lampung Tahun 2025–2029 disusun dengan merujuk langsung pada RPJMN 2025–2029, Renstra Kementerian Agama, agenda reformasi birokrasi, penguatan Badan Layanan Umum (BLU), serta arah transformasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
Renstra ini tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari arsitektur perencanaan pembangunan nasional di sektor pendidikan tinggi keagamaan, serta selaras dengan Asta Protas Kementerian Agama.
Secara konseptual, Renstra dirancang menggunakan pendekatan performance-based planning dan result-oriented management.
Sasaran strategis, indikator kinerja utama dan pendukung, target tahunan, serta program prioritas ditempatkan dalam satu kerangka logis yang terukur.
Setiap sasaran dirumuskan agar dapat diturunkan secara operasional ke dalam Rencana Kerja Tahunan, RBA BLU, dan Perjanjian Kinerja, sehingga tidak terjadi fragmentasi antara perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan program.
Renstra 2025–2029 juga diposisikan sebagai dokumen induk pengendali kebijakan yang menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan, penetapan prioritas anggaran, serta evaluasi kinerja institusi.
Oleh karena itu, konsistensi antara tujuan, sasaran, indikator, dan alokasi sumber daya menjadi aspek yang tidak dapat ditawar.
Melalui uji publik ini, Prof. Safari berharap para peserta dapat memberikan masukan yang substantif dan berbasis evidensi, terutama terkait ketepatan perumusan sasaran strategis, kelayakan dan keterukuran indikator kinerja, konsistensi antara target dan kapasitas sumber daya, serta keterkaitan program prioritas dengan outcome institusional.
Ia menegaskan Renstra harus dipahami sebagai instrumen manajerial, bukan sekadar dokumen perencanaan.
| Rektor UIN RIL Percepat Akreditasi Internasional Lewat Penguatan OBE |
|
|---|
| UIN Raden Intan Lampung Siapkan Kemandirian BLU Lewat Layanan Haji dan Umroh |
|
|---|
| Irjen Kemenag Dorong UIN Raden Intan Lampung Bangun Zona Integritas |
|
|---|
| Ini Hasil Raker UIN Raden Intan Lampung 2026 Berupa Rumusan Rekomendasi Strategis |
|
|---|
| Raker UIN RIL 2026 Diisi Qiyamul Lail hingga Senam Pagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/UIN-RIL-gelar-Uji-Publik-dan-Sosialisasi-Renstra-2025202945.jpg)