Indepth Publishing Tawarkan Layanan One Stop Service
Indepth Pusblishing. Nama yang cukup baru di dunia penerbitan Lampung.
Ke tujuh buah buku tersebut yaitu, Terasing di Negeri Sendiri, Alienated in Their Own Homeland; Mamak Kenut, orang Lampung punya celoteh; Menulis dengan Telinga; Progresivitas Mahkamah Konstitusi dalam Menegakan Keadilan Substansi; Hak Anda Mendapatkan Informasi; Semuda.
Tri Purna Jaya, Managing Director Indepth Publishing menjelaskan, awal terbentuknya Indepth Publishing yaitu sebagai sayap usaha Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bandar Lampung. Juga sekaligus sebagai media ekspresi para jurnalis muda yang memiliki pengalaman dalam dunia jurnalistik.
Kami di sini memiliki banyak sumber daya yang baik. Jadi kenapa gak dimanfaatin aja tuk membuka usaha yang bisa menghasilkan," ujar Tri, Selasa (11/9).
Disisi lain, lanjutnya, kami melihat banyak penulis, akademisi, di Lampung yang kesulitan dalam pengurusan berbagai publikasi. "Akhirnya kami bulatkan tekad, dan pada bulan Mei lalu kami mulai belajar otodidiak bisnis penerbitan dengan berdiskusi dengan para penerbit yang telah berpengalaman, survey percetakan lalu membentuk sebuah tim," terangnya.
Buku resmi pertama yang digarap oleh Indept Publishing adalah milik mahasiswa calon doktor, Sugeng Dwiono berjudul Progresivitas Mahkamah Konstitusi dalam Menegakan Keadilan Substansi. Buku ini dikerjakan mulai dari pra cetak sampai cetak. Selanjutnya buku-buku lain terus berdatangan mulai dari karya Adian Saputra, Udo Z Karzi, Juniardi, Oki Hajiansyah, hingga yang terakhir digarap karya dari Fritz Nuzir.
"Saya kira itu dampak dari totalitas dan kecintaan kami akan pekerjaan, sehingga melahirkan kepercayaan. Disamping itu dukungan dari teman-teman AJI yang lain juga sangat besar meski mereka tidak terlibat langsung dalam tim ini. Misalnya ikut mempromosikan buku-buku yang akan terbit lewat media-media sosial,dan blackbery massenger pada relasinya masing-masing," ujar Tri.
Dalam hal pekerjaan, tim Indept Publishing berusaha membagi berdasarkan keahlian masing- masing anggota. Ada yang mengurusi soal buku hukum, berkaitan dengan jurnalistik dan ada juga soal sastra.
Disinggung mengenai apa yang membedakan antara Indepth Publishing dengan penerbit lain, pria berambut kribo ini mengatakan, dari layanan one stop service yang mereka tawarkan. Mulai dari proses pra cetak, cetak, promo, pra dan pasca terbit, serta launching hingga pemasaran buku.
"Saya kira layanan itulah yang membuat mereka (para penulis) tertarik menerbitkan karyanya di sini," imbuhnya.
Ia menambahkan, ada dua model penerbitan yang ditawarkan. Yaitu self publishing dan royalty. Self publishig adalah penulis yang membiayai seluruh kebutuhan, dan keuntungannya mereka jugalah yang menentukannya.
Sementara sistem royalty adalah Indepth Publishing yang membiayai seluruh biaya penerbitan buku, sedangkan penulis hanya mendapatkan royalty dari buku yang diterbitkan. Untuk model kedua ini baru satu buku yang kami terima, penerimaan itu tentunya berdasarkan penilaian bahwa penulis tersebut telah memiliki nama, punya segmen pembaca dan unsur komersil lainnya.
Di akhir pembicaraan, mantan jurnalis Lampung Post ini berharap tidak hanya penulis yang sudah punya nama saja yang berani mempublikasikan karyanya, tapi begtu juga bagi penulis pemula.
"Kedepannya kami juga akan mendorong para akademisi di Lampung untuk lebih berani mempublikasikan karyanya. Bukankah akademisi tanpa buku, belum lengkap mengklaim dkirinnya sebagai akademsi?" ujar Tri. (ren)