Berita Lampung
Buronan Curanmor Dihadiahi Timah Panas Gegara Coba Kabur Saat Disergap Aparat
Seorang buronan curanmor di Pringsewu terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas seusai nekat mencoba kabur saat disergap di tempat persembunyiannya.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Noval Andriansyah
Ringkasan Berita:
- Buronan curanmor Andi Anggara alias Doglang ditangkap di Kabupaten Pesawaran.
- Polisi melumpuhkan pelaku karena melawan saat ditangkap.
- Doglang merupakan anggota jaringan curanmor Suradi alias Ganden.
- Polisi menyita senjata api rakitan & sejumlah motor hasil curian.
- Pelaku diduga terlibat sedikitnya 12 aksi curanmor di Lampung.
Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Langkah kaki seorang buronan spesialis pencurian kendaraan bermotor ( curanmor ) akhirnya terhenti secara dramatis di tangan pihak kepolisian.
Pelaku yang dikenal licin dan kerap berpindah tempat ini terpaksa dilumpuhkan karena tidak kooperatif saat ditangkap. Petugas terpaksa melepaskan tembakan setelah tembakan peringatan di udara tidak dihiraukan oleh pelaku.
Tindakan tegas ini diambil demi mengakhiri sepak terjang sang buron yang sudah lama meresahkan warga.
Pelarian Andi Anggara (33) alias Doglang, buronan kasus curanmor Polres Pringsewu sejak Januari 2026, akhirnya terhenti setelah ditangkap saat bersembunyi di wilayah Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Senin (25/5/2026) malam.
Polisi menyebut, pria asal Kecamatan Way Lima itu sempat berupaya kabur dan melawan petugas ketika hendak diamankan, sehingga aparat terpaksa memberikan tindakan tegas terukur untuk melumpuhkannya.
Baca juga: Spesialis Curanmor Bersenpi di Lampung Ditangkap Polres Pringsewu
Doglang diketahui menjadi satu di antara anggota utama jaringan curanmor Suradi alias Ganden yang sebelumnya telah dibongkar aparat Polres Pringsewu.
Komplotan tersebut disebut kerap beraksi di sejumlah wilayah di Lampung, terutama Kabupaten Pringsewu, dengan sasaran kendaraan roda dua milik warga.
Kasat Reskrim Polres Pringsewu, Iptu Rosali mengatakan, penangkapan Doglang sekaligus melengkapi pengungkapan jaringan curanmor yang dipimpin Suradi. Hingga saat ini, total enam tersangka telah diamankan dalam kasus tersebut.
Menurut Rosali, Doglang dikenal licin dan tidak segan melakukan kekerasan saat beraksi. Polisi juga menemukan fakta bahwa kelompok tersebut kerap membawa senjata api rakitan ketika menjalankan aksinya.
“Untuk peran Andi alias Doglang ini selain sebagai joki, ia juga bertindak sebagai eksekutor secara bergantian dengan Suradi,” kata Rosali, Selasa (26/5/2026).
Dalam pengembangan kasus itu, polisi turut menyita satu pucuk senjata api rakitan. Sementara satu senjata lainnya masih dalam pencarian setelah, berdasarkan pengakuan tersangka, dibuang di wilayah Kecamatan Pematang Sawa, Kabupaten Tanggamus.
Dari hasil pemeriksaan, Doglang mengaku terlibat dalam tiga tempat kejadian perkara (TKP) di wilayah Pringsewu. Namun, keterangan tersangka lain mengungkap pria tersebut diduga ikut dalam sedikitnya 12 aksi pencurian kendaraan bermotor bersama komplotannya.
Kasus yang menjerat Doglang bermula dari laporan pencurian sepeda motor Honda BeAT milik mahasiswi bernama Salsabila Agustin.
Kendaraan korban hilang saat diparkir di depan rumah kos di Jalan Satria Gang Masjid Sunagiri, Kecamatan Pringsewu, pada 22 Desember 2025 sekitar pukul 03.30 WIB.
Saat kejadian, korban tengah tertidur sebelum dibangunkan saksi yang memberitahu motornya telah raib.
| Pelarian Maling Motor Berakhir Tragis, Diringkus Polisi Usai Alami Kecelakaan |
|
|---|
| Ambil Bantuan dari Pemkot, Warga Ngaku Dimintai Uang Rp20 Ribu, Lurah Buka Suara |
|
|---|
| Motif Oknum Komcad TNI AL di Lampung Nekat Buat Laporan Palsu Kena Begal |
|
|---|
| Alami Kecelakaan, Pencuri Motor di Lampung Tengah Ditemukan di Semak-semak |
|
|---|
| Lurah Bantah Warga Diminta Rp 20 Ribu untuk Ambil Bansos di Bandar Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Pelaku-Curanmor-di-Candipuro-Ditangkap.jpg)