TribunLampung/

BREAKING NEWS LAMPUNG

Ditangkap Saat Nonton TV, Pengedar Sabu Tembaki Petugas BNNP

Tak mau anggotanya menjadi korban, lanjut Richard, pihaknya membalas tembakan.

Ditangkap Saat Nonton TV, Pengedar Sabu Tembaki Petugas BNNP
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
BNNP menggelar ekspose penangkapan jaringan pengedar sabu, Jumat, 13 April 2018. 

Laporan Reporter Tribun Lampung Hanif Mustafa

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jaringan pengedar 6 kg sabu ditangkap di Jalan Raden Gunawan, Hajimena, Natar, Lampung Selatan, Jumat, 13 April 2018 sekitar pukul 22.00 WIB. Saat akan ditangkap, mereka sempat melakukan perlawanan dengan menggunakan senjata api.

Kasi Intel BNNP Lampung Richard Tobing mengatakan, saat itu tersangka Rafi Febrianto dan Wiko Novian sempat melakukan perlawanan kepada petugas. Dua warga Bukit Kemuning, Lampung Utara itu menembaki petugas dengan menggunakan senjata api.

"Jadi saat ditangkap, Wiko Novian melakukan perlawanan dengan menembaki tim kami," ungkap Richard dalam ekspose di BNNP Lampung, Jumat, 13 April 2018.

Baca: Ogah Penuhi Panggilan Komisi I, Yusuf Kohar: Rolling Sudah Sesuai Aturan

Tak mau anggotanya menjadi korban, lanjut Richard, pihaknya membalas tembakan.

"Dan akhirnya, Wiko dapat dilumpuhkan. Namun, saat akan dibawa ke rumah sakit, tersangka meninggal kehabisan darah," sebutnya.

Sementara Rafi dan Hendrik, warga Bandar Lampung, terpaksa dilumpuhkan di bagian kaki karena berusaha melarikan diri.

"Tersangka Rafi dan Wiko sendiri ternyata dikendalikan oleh DPO bernama Supriyadi alias Alam, dan ditangkap di tempat persembunyiannya saat itu juga," tandasnya.

Baca: Begini Kronologi BNNP Ringkus Pengedar 6 Kg Sabu

Supriyadi sendiri ditangkap di Serang, Banten saat sedang menonton televisi di kediaman temannya. Namun, saat dilakukan penangkapan tersangka melakukan perlawanan juga dengan senjata api.

"Ketika itu melawan kemudian dilakukan penembakan masih melawan lagi, ditembak lagi," imbuh BNNP Lampung Brigjen Pol Tagam Sinaga.

Sebelumnya diberitakan, BNNP Lampung kembali menembak mati dua orang dari empat orang jaringan pengedar narkoba sabu.

Pelaku terpaksa ditembak mati karena sempat melawan menggunakan senjata api saat dilakukan penangkapan oleh anggota BNNP Lampung. (*)

Penulis: hanif mustafa
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help