Ini Kata Kasatlantas Mengapa Aksi Balap Liar Susah Diberantas 

Kasatlantas Polresta Bandar Lampung Kompol Syouzarnanda Mega menyatakan, penyebab masih maraknya terjadi aksi balap liar di jalan raya karena..

Ini Kata Kasatlantas Mengapa Aksi Balap Liar Susah Diberantas 
Kasatlantas Polresta Bandar Lampung Syournanda Mega 

Laporan Reporter Tribun Lampung Eka Ahmad Solichin

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Kasatlantas Polresta Bandar Lampung Kompol Syouzarnanda Mega menyatakan, penyebab masih maraknya terjadi aksi balap liar di jalan raya karena para pelaku balap liar suka main "kucing-kucingan" dengan pihak kepolisian.

"Contoh tadi malam kita kan gelar patroli bukan hanya di wilayah Sultan Agung saja, tapi juga wilayah Antasari, bahkan masuk ke dalam PKOR sampai jam 12 malam lewat," ucapnya, Minggu, 15 April 2018 malam.

Baca: Aksi Balap Liar Bikin Warga Resah: Jalur Ditutup untuk Ajang Balap Liar 

Kemungkinan tidak terlihatnya kegiatan balap liar tersebut, sambung Nanda, dikarenakan menunggu kegiatan patroli berakhir. Setelah dapat informasi kalau patroli tidak ada, lalu merela gelar balapan liar.

Baca: Polres Pesawaran Sita Ratusan Botol Miras dan Ratusan Liter Tuak

"Kalau memang pada saat balapan liar ada kita, maka gak berani dan gak keluar para pelaku balap liar. Kan kita sering juga dapat informasi makanya patroli ke lokasi tersebut. Makanya kita tiap malam minggu pasti patrolinya di titik-titik yang diduga sebagai area balap liar itu," paparnya.

Upaya lain kedepan yang akan dilakukan pihak Satlantas Polresta Bandar Lampung selain menggelar patroli ataupun razia, maka akan koordinasikan bukan hanya lalu lintas tapi dengan pihak intel dan reskrim.

"Karena dipastikan ada kelompok dari pelaku balap liar yang juga memonitor gerakan dari kepolisian. Karena mereka akan gelar aksi ketika patroli berakhir," tuturnya.

Para pelaku balap liar tentu dapat diberikan sanksi karena banyak pasal pelanggarannya seperti motornya trondol, knalpot racing, dan tidak lengkap seperti spion, plat dan lainnya.

Efek jera dengan menyita kendaraan para pelaku dengan koordinasi dengan pihak pengadilan agar maksimal mungkin dengan ditahan kendaraannya dalam jangka waktu satu hingga dua bulan.

"Walaupun ada surat-surat lengkap, tapi itu kebijakan petugas. Kalau memang balapan liar kita beri atensi jadi yang kita sita bukan surat-surat tapi kendaraannya," tegasnya.

Ia pun mengungkapkan, jika pelaku balap liar melakukan taruhan bisa saja dijerat dengan pasal perjudian asalkan barang buktinya ada sepeti uangnya ada, pelakunya, alat yang digunakan ada (motor), bisa dipidanakan tapi menjadi ranah reskrim.

"Jadi kita koordinasi dengan pihak reskrim. Sementara ini, kalau pelaku yang ditangkap selama ini belum ada. Soalnya kalau ketemu langsung lari dan pembubaran saja," tandasnya. (eka)

Penulis: Eka Ahmad Sholichin
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help