BREAKING NEWS LAMPUNG
Hati-hati, Pacar Cina yang Beredar di Pasar Induk Pringsewu Mengandung Pewarna Tekstil
BBPOM Bandar Lampung merilis adanya lima bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Reny Fitriani
Laporan Reporter Tribun Lampung R Didik Budiawan C
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - BBPOM Bandar Lampung merilis adanya lima bahan makanan yang mengandung bahan berbahaya. Jumlah tersebut dari hasil uji laboratorium 35 sampel bahan makanan yang dicurigai berbahaya.
Pengambilan sampel di Pasar Induk Pringsewu. Kepala BBPOM Bandar Lampung Samsulliani mengatakan kelima bahan makanan berbahaya itu, tiga diantaranya mengandung pewarna tekstil atau rhodamin B.
Baca: Sidak Pasar, Tim Uji 35 Sampel Makanan Diduga Mengandung Bahan Berbahaya
Yakni pada kelanting, kerupuk singkong dan pacar cina. Ciri ketiga produk makanan mengandung pewarna tekstil itu berwarna merah cerah. Kemudian dua produk mengandung borak sebagai bahan bakunya, uyah (garam) bleng.

Menanggapi itu, Wakil Bupati Pringsewu Fauzi mengatakan, pihaknya akan mengambil dan mengamankan barang makanan berbahaya tersebut.
Baca: Pemkab Pringsewu Siapkan Rp 1,02 M Bayar THR Tenaga Kontrak
Kemudian, Pemkab akan melakukan pembinaan kepada penjualnya. Tapi, kata dia, tidak menutup kemungkinan makanan yang mengandung bahan berbahaya itu berasal dari luar Kabupaten Pringsewu.
"Kita akan berupaya prefentif, tapi kalau sudah dua, tiga kali ditemukan hal yang sama, nanti aparat hukum yang akan berperan," ujarnya.
Baca: Sudah Jarang Tampil di Televisi, Artis Cantik Ini Kehilangan Sosok yang Dicintainya
Pemerintah Kabupaten Pringsewu melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah pasar modern dan tradisional di Bumi Jejama Secancanan, Senin 28 Mei 2018.
Sidak dipimpin oleh Wakil Bupati Pringsewu Fauzi dan Kepala Balai POM Bandar Lampung Samsulliani.