Dewan Pendidikan Pringsewu Sinyalir Ada Peluang Jual Beli Kursi Penerimaan Peserta Didik Baru

Alokasi itu menyasar peserta didik berprestasi bidang akademik sebanyak 20 persen dan lima persennya peserta didik berprestasi bidang non akademik.

Dewan Pendidikan Pringsewu Sinyalir Ada Peluang Jual Beli Kursi Penerimaan Peserta Didik Baru
Warta Kota/Bintang Pradewo
Suasana murid-murid SDN Mampang Prapatan 02 Pagi mengikuti upacara hari pertama sekolah yang diikuti oleh para orangtua, Senin (18/7). 

Laporan Wartawan Tribun Lampung Robertus Didik Budiawan

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, PRINGSEWU - Dewan Pendidikan Kabupaten Pringsewu mengingatkan kepada penyelenggara pendidikan di Bumi Jejama Secancanan tidak memanfaatkan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk kepentingan pribadi.

Satu contohnya, jual beli kursi,

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Pringsewu Wanawir menyatakan, ada peluang jual beli kursi melalui alokasi 25 persen nonzonasi.

Alokasi itu menyasar peserta didik berprestasi bidang akademik sebanyak 20 persen dan lima persennya untuk peserta didik berprestasi bidang non akademik.

"Artinya alokasi 25 persen diluar zonasi ini jangan sampai menimbulkan penyimpangan jual beli kursi. Peluang ini terutama untuk sekolah favorit," katanya, Senin (2/7/2018).

Baca: Pemkab Pringsewu Lirik Ekspor Domba ke Malaysia

Wanawir mengimbau, warga mengetahui ada praktik jual beli kursi PPDB segera melapor ke Dewan Pendidikan Jalan Sakti Raya, Kelurahan Pringsewu Barat, Kecamatan Pringsewu (Kampus Akademi Komunitas Negeri Pringsewu).

Ia menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 14 Tahun 2018 tentang PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru).

Baca: Pemuda Curhat Alami Kejadian Menyakitkan di ATM, Netizen Malah Ketawa

Peraturan itu diharapkan dilaksanakan jujur, tidak ada kepentingan pribadi, dan tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pringsewu Rustian menerangkan, mengacu Permendikbud terbaru, sebanyak 24 SMP Negeri di Kabupaten Pringsewu wajib melaksanakan ketentuan tersebut.

Baca: Ada Alasan Mengharukan Brigadir Polisi Pakai Tas Lucu Saat Apel Pilkada

Sedangkan jumlah rombongan belajar sebanyak 145 untuk kelas tujuh dan daya tampung total 4.640 orang.

Kepala Disdikbud Pringsewu Heri Iswahyudi menambahkan, sistem zonasi mengakomodir calon peserta didik dari keluarga kurang mampu.

Mekanismenya, setiap satuan pendidikan menerima 75 persen calon peserta didik baru berasal dari kabupaten ini. (*)

Tags
Pringsewu
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Editor: martin tobing
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help