Pulang dari Malaysia, TKI Asal Pringsewu Patah Tulang Leher & Jari Telunjuk. Ujung Lidah Terpotong!

Banyak kisah menyedihkan yang dialami para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia, Arab Saudi, Hongkong, dan bebrapa negara lainnya.

Pulang dari Malaysia, TKI Asal Pringsewu Patah Tulang Leher & Jari Telunjuk. Ujung Lidah Terpotong!
Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan
TKW Pringsewu 
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Sepertinya derita kaum migran yang mengais rejeki di luar negeri tak berkesudahan. 
Banyak kisah menyedihkan yang dialami para tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia, Arab Saudi, Hongkong, dan bebrapa negara lainnya. 
Bahkan tidak sedikit kisahnya malah berakhir pada kematian ataupun hukuman mati. 
Terlebih dengan perlindungan terhadap mereka yang bisa dikatakan masih sangat minim
Sehingga kisah para pejuang devisa itu pun makin tragis dan menyedihkan. 
Meskipun tak sedikit pula mereka yang bergelimang harta usai menjadi pekerja di luar negeri. 
Dan dalah satu kisah menyedihkan dialami seorang TKI asal Kabupaten Pringsewu, Lampung, yang  bekerja di negeri jiran Malaysia. 
Awalnya, Zulfa Nur Chintia (24), warga Pekon Sinar Baru Timur, Kecamatan Sukoharjo, berniat mengais rezeki di Malaysia.
Namun ternyata, bukan pundi-pundi uang yang didapatkan Zulfa, malah penderitaan dan petaka. 
Sebab, saat mudik ke kampung halamannya, Zulfa justru membawa pulang luka lebam dan patah tulang leher di bagian belakang.
Tak hanya itu, jari telunjuk kanannya pun ikut patah dan empat giginya tanggal.
Ditambah lagi cara berbicaranya pun menjadi cedal, karena ujung lidahnya diduga dipotong sang majikan.
Tentu saja perubahan fisik Zulfa ini membuat orangtuanya kaget.
Apalagi, menurut Kartim, orangtua Zulfa, kepulangan anaknya pada Rabu (25/7/2018) malam itu tanpa memberi kabar ke keluarga sebelumnya.
Kartim makin kaget melihat perubahan fisik Zulfa.
Awalnya, Zulfa sempat takut untuk bercerita tentang apa yang terjadi selama di Negeri Jiran.
Namun karena usaha Kartim, akhirnya Zulfa mau membuka tabiat majikan perempuan yang diduga suka bertindak kasar secara fisik.
Zulfa mengaku dipukul pakai tongkat besi.
Ia juga mengaku diinjak serta dipelintir telunjuknya hingga patah.
Perempuan muda ini juga mengaku pernah dipukul pakai kursi.
Makanya setibanya di kampung halaman, Zulfa hanya istirahat di kamar belakang rumah orangtuanya.
Dia terlihat lemah dan nada suaranya lirih kala menjelaskan musibah yang menimpanya.
Penderitaan Zulfa akhirnya mendapat perhatian dari tetangga dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. 
 

Baca: Lidah Dipotong dan Tulang Belakang Leher Patah, Derita Zulfa TKW yang Baru Pulang dari Malaysia

Wakil Bupati Pringsewu Fauzi, Jumat (27/7), menjenguk Zulfa TKW yang baru pulang dari Malaysia
Wakil Bupati Pringsewu Fauzi, Jumat (27/7), menjenguk Zulfa TKW yang baru pulang dari Malaysia (Tribunlampung.co.id/R Didik Budiawan)
Wakil Bupati Pringsewu Fauzi bersama tim dari dinas kesehatan, dinas tenaga kerja, dan dinas sosial pun sempat mendatangi Zulfa di kediaman orangtuanya, Jumat (27/7/2018) siang.
Kepada tim dari dinas kesehatan, Fauzi meminta mengawal Zulfa untuk pemulihan kesehatan agar kembali seperti sedia kala.
Terutama pada masalah tulang leher belakang dan jari telunjuk yang patah, agar segera mendapat pengobatan.
Fauzi juga meminta dokter dari diskes rutin mengunjungi Zulfa.
"Dari sisi kesehatannya kita akan bertanggung jawab, ada jadwal piket, mungkin ada dokter-dokter yang kemari dari diskes. Agar yang bersangkutan bisa segera beraktifitas untuk dirinya terlebih dahulu," ujar Fauzi.
Sedangkan dari sisi tenaga kerja, kata Fauzi, pihaknya akan mencermati terlebih dahulu.
Apakah ada prosedur atau hal lain yang harus menjadi perhatian.
Fauzi berpesan kepada TKI asal Pringsewu agar mengurus keberangkatannya ke negeri orang dengan legal.
Wakil Bupati Fauzi juga menuturkan, keberangkatan Zulfa sebagai TKW ke Negeri Jiran pada 2015 silam, diketahui melalui prosedur resmi.
Seharusnya dengan kontrak dua tahun, Zulfa pulang pada Oktober 2017.
Akan tetapi, Zulfa memperpanjang sendiri kontrak kerja tanpa melalui prosedur resmi. "
Pesan saya, ayo harus legal dalam berusaha di negeri orang," ajaknya.
Dengan prosedur resmi tersebut, menurut Fauzi, keberadaan TKI bisa terlindungi.
Karena itu, pemkab akan memberi arahan kepada masyarakat yang berminat menjadi TKI untuk menempuh jalur yang legal.
Sebab, tambahnya, kalau ilegal tidak ada jaminan keselamatan bagi yang bersangkutan. (dik)
Penulis: teguh_prasetyo
Editor: teguh_prasetyo
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help