Tribun Lampung Utara

Bupati Agung Soroti Kasus Perkosaan dan Pelecehan di Lampura, Dua Dinas Ini Kena Sentil

Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara soroti kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual dan narkoba yang tengah marak terjadi di Lampung Utara.

Bupati Agung Soroti Kasus Perkosaan dan Pelecehan di Lampura, Dua Dinas Ini Kena Sentil
Tribunlampung/Anung
Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara 

Laporan Reporter Tribun Lampung Anung Bayuardi

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTABUMI - Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangkunegara soroti kasus pemerkosaan dan pelecehan seksual dan narkoba yang tengah marak terjadi di Lampung Utara.

Hal tersebut disampaikannya pada arahan rapat koordinasi (Rakor) bulanan yang diselenggarakan di ruang Tapis Kantor Pemkab setempat, Kamis 11 Oktober  2018, sekitar pukul 09.00 Wib.

Baca: Pimpin Rakor Bulan Oktober, Bupati Agung Sampaikan Imbauan Ini

Bahkan dalam Rakor itu Bupati, Agung Ilmu Mangkunegara sentil Dinas Pendidikan serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan  Anak (P2TP2A) setempat.

Dimana Bupati meminta kepada dua Dinas tersebut untuk cepat melakukan langkah pencegahan dan bukan hanya pendampingan kepada korban saja.

“Kasus yang terakhir, lebih memanasnya sekarang ini tentang kasus pemerkosaan Orang Tua yang perkosa anak kandungnya serta kasus guru cabuli muridnya,”ujar Agung dalam arahannya.

Dengan tegas Bupati Agung Ilmu Mangkunegara meminta Dinas Pendidikan, Dinas P2TP2A dan satuan kerja terkait lainnya untuk turun ke sekolah baik tingkat sekolah dasar, menengah pertama, dan sekolah menengah atas untuk lakukan sosialisasi pencegahan.

”Apa yang sudah anda lakukan, coba antisipasi. Pencegahan sudah pernah dilakukan belum, fikirkan apa yang ingin kalian lakukan. Coba antisipasi dengan turun ke sekolah-sekolah,”tegasnya.

Jika hanya pendampingan dan pendampingan saja, lanjutnya, hal itu hal yang biasa,”Lakukan sebelum ‎kejadian, pencegahan. Sekali lagi, sebelum kejadian itu yang harus difikirkan,”terangnya.

Dalam hal itu juga Bupati Agung Ilmu Mangkunegara meminta kepada selurih Camat dan Kepala Desa untuk juga melakukan sosialisasi pencegahan baik itu kasus pemerkosaan, seks bebas, narkoba hingga pada aliran sesat,

”Saat menghadiri undangan baik di Kecamatan atau di Desa, Camat atau Kades pun dapat memberikan sosialisasi pada saat memberikan sambutan pada acara-acara tersebut. Hal itu bisa disampaikan untuk melakukan pencegahan,”tukasnya.

Penulis: anung bayuardi
Editor: Reny Fitriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved