Tribun Metro

Djohan: Guru dan Murid Main HP di Sekolah Ganggu Kegiatan Belajar Mengajar

Wakil Wali Kota Djohan mendukung rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat memberlakukan pelarangan siswa membawa handphone (HP) ke sekolah

Djohan: Guru dan Murid Main HP di Sekolah Ganggu Kegiatan Belajar Mengajar
TRIBUN LAMPUNG/indra simanjuntak
Wali Kota Metro, Achmad Pairin dan wakil wali kota, Djohan saat meninjau Pasar Rakyat Bersubsidi, Selasa (22/5/2018). 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Wakil Wali Kota Djohan mendukung rencana Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat memberlakukan pelarangan siswa membawa handphone (HP) ke sekolah.
"Itu positif, karena HP dapat menganggu konsentrasi belajar siswa. Biar anak-anak bisa fokus belajar, HP bisa menganggu aktivitas belajar mengajar. Tapi guru juga tidak diperbolehkan membawa HP ke kelas," bebernya, Jumat (2/10).

Ia menilai, hal tersebut juga bisa membuat siswa terganggu. Jika anak-anak belajar, lalu menemukan guru asyik dengan HP, maka memengaruhi belajar anak. Diharapkan, para guru dapat meningkatkan mutu belajar siswa di sekolah.

Baca: Djohan: Koperasi Berkontribusi 4,48% Bagi PDB Nasional

"Dan orangtua juga diminta membantu mendorong anaknya untuk bisa menempatkannya dengan baik. Dengan mendukung tidak membolehkan anaknya membawa HP ke sekolah," katanya lagi.

Menurutnya, HP memang diperlukan. Namun diperlukan peran orangtua dan guru di sekolah agar anak mampu memfilter mana yang positif dan negatif. "Dan imbang juga, jangan murid dilarang, lantas guru asyik main HP di kelas," ungkapnya.

Baca: Djohan Ingin Kinerja PNS Golongan III D Harus Lebih Meningkat

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Metro sebelumnya menyatakan akan memberlakukan kebijakan melarang pelajar membawa HP. Ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan agar siswa bisa fokus belajar.

"Kita akan buat kebijakan melarang pelajar membawa HP saat jam belajar berlangsung. Pokoknya tidak diperkenankan," beber Kadisdik Metro Ria Andari.

Ditambahkannya, Disdik segera membuat surat edaran ke sekolah tentang pelarangan siswa membawa HP, termasuk juga imbauan untuk guru untuk tidak membawa HP saat mengajar.

Komisi II DPRD mendukung kebijakan larangan membawa HP ke sekolah bagi siswa maupun guru.

"Apalagi masih SD dan SMP ya. Itu kan belum cukup umur. Nanti malah sibuk dengan HP-nya ketimbang belajar. Itu kebijakan bagus. Kalau alasan komunikasi dengan keluarga, jaman dulu pun kita nggak ada masalah sekolah tanpa HP kan," beber Yulianto, Sekretaris Komisi II.(dra)

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved