Tribun Bandar Lampung

Guru Honorer Terdakwa Pencabulan Siswi Divonis 15 Tahun Penjara

guru honorer SMP negeri di Bandar Lampung, divonis hukuman 15 tahun penjara dalam sidang, Senin (3/12/12018).

Guru Honorer Terdakwa Pencabulan Siswi Divonis 15 Tahun Penjara
Tribun Lampung/Hanif Risa Mustafa
Terdakwa Eman (kanan), guru honorer SMP negeri di Bandar Lampung, divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Selasa, 3 Desember 2018. Ia dinyatakan bersalah dalam kasus pencabulan terhadap siswi. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG HANIF RISA MUSTAFA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Eman (33), guru honorer SMP negeri di Bandar Lampung, divonis hukuman 15 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Senin (3/12/2018). Vonis terdakwa kasus pencabulan siswi ini lebih tinggi dari tuntutan jaksa sebelumnya, yakni 13 tahun penjara.

Majelis hakim yang dipimpin Yus Enidar menyatakan, terdakwa Eman terbukti melanggar pasal 81 ayat 2 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU 1/2006 tentang Perubahan Kedua atas UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

"Menjatuhkan hukuman pidana selama 15 tahun penjara dengan denda Rp 3 miliar subsider enam bulan kurungan," kata hakim ketua Yus Enidar.

Jadi Terdakwa Pencabulan, Guru Honorer SMP di Bandar Lampung Dituntut 13 Tahun Penjara

Menanggapi vonis tersebut, Muhammad Iqbal dan Akhmad Kurniadi selaku kuasa hukum guru terdakwa pencabulan menilai vonis majelis hakim terlalu tinggi.

"Ini terlalu tinggi. Tuntutan 13 tahun dengan denda Rp 1 miliar, tapi diputus 15 tahun dengan denda Rp 3 miliar subsider enam bulan," kata Iqbal.

Kurniadi menambahkan, tidak ada upaya banding setelah vonis tersebut.

"Tadi kami sudah tanyakan kepada terdakwa. Tapi terdakwa menerima dan mau menjalani (hukuman)," ujarnya.

Dalam sidang tuntutan, Selasa (27/11/2018) pekan lalu, Jaksa Penuntut Umum Evy Hernida mengungkapkan, hal yang memberatkan terdakwa Eman karena perbuatannya telah mengakibatkan korban mengalami trauma psikis. Sementara hal yang meringankan, jelas dia, terdakwa Eman bersikap sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya, dan berjanji tidak akan mengulangi.

Penulis: hanif mustafa
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved