Tribun Tanggamus

Terdampak Banjir, 460 Ha Sawah di Tanggamus Butuh Cadangan Benih Provinsi

Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Tanggamus menunggu realisasi pemberian benih padi sebagai bantuan kepada petani

Terdampak Banjir, 460 Ha Sawah di Tanggamus Butuh Cadangan Benih Provinsi
Tribun Lampung/Tri Yulianto
Sawah di Pekon Kuripan, Kecamatan Limau yang terkubur tanah material banjir. Dipastikan tanaman padi akan mati dan gagal panen 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (PTPH) Tanggamus menunggu realisasi pemberian benih padi sebagai bantuan kepada petani yang terkena dampak banjir awal Desember lalu.

Menurut Sekretaris PTPH Hasanudin, usulan permintaan bantuan ditujukan melalui cadangan benih daerah (CBD) yang ada di Dinas Pertanian Lampung. Sebab sawah dipastikan rusak dan puso karena terkena banjir.

"Permintaan bantuan sudah kami usulkan untuk 460 hektare dari seluruh sawah di Tanggamus yang terdampak banjir," kata Hasanudin, mewakili Kadis PTPH Soni Isnaini, Kamis (27/12).

Tersapu Banjir, 15 Hektare Sawah di Palas Puso

Ia mengaku, usulan tinggal menunggu verifikasi dari tim Distan Lampung. Tim akan turun ke lapangan mencocokkan kebenaran dari usulan. Mereka akan melihat luas dan tingkat kerusakan sawah.

Selama ini kerusakan sawah akibat material banjir berupa lumpur dan bebatuan masuk ke dalam sawah. Hal itu menyebabkan tanaman padi terkubur maka dipastikan tanaman mati dan tidak bisa panen.

Hasanudin mengaku data kerusakan terus dihimpun dan akhirnya didapat jumlah pasti kerusakan seluas 460 hektare. Jumlah itu meningkat dari semula 253 hektare yang terdampak banjir.

BREAKING NEWS - Banjir di Pekon Karang Anyar, Semaka, Tanggamus Rendam 20 Rumah dan 15 Hektare Sawah

Lokasi sawah yang terdampak banjir dan diusulkan menerima bantuan benih berada di Kecamatan Semaka, Wonosobo, Bandar Negeri Semong, Kota Agung Barat, Limau, Cukuh Balak, Kelumbayan, Kelumbayan Barat. Lokasi itu terkena banjir pada November sampai awal Desember.

Dari CBD akan diberi 25 kg benih, perhitungannya untuk satu hektare benih yang dikeluarkan sejumlah itu. Namun nanti hasil verifikasi itu yang menentukan apakah tiap hektare diberi 25 kg benih atau kurang dari itu, tergantung kerusakan di luasan masing-masing.

"Sekarang kami masih tunggu tim dari Distan Lampung yang akan verifikasi, kalau mereka datang dan verifikasi mungkin sepekan sesudahnya sudah bisa diputuskan berapa bantuan yang diterima," kata Hasanudin.

Usulan bantuan benih memang diajukan ke Distan Lampung yang punya CBD. Itu karena Dinas PTPH Tanggamus tidak ada karena anggaran daerah terbatas dan anggaran pertanian termasuk minim.

CBD juga bisa diusulkan ke Kementerian Pertanian, namun persyaratan untuk itu berat dan rentan jarak juga jauh. Sehingga dengan berbagai pertimbangan bantuan hanya diusulkan dari provinsi (tri).

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved