Tribun Bandar Lampung

74 Tanah dan Bangunan Terdampak Proyek 2 Flyover

Sekitar 74 tanah dan bangunan milik warga terkena dampak rencana pembangunan dua flyover (jalan layang).

74 Tanah dan Bangunan Terdampak Proyek 2 Flyover
Tribun Lampung
Sejumlah kendaraan roda empat dan roda dua melintasi perempatan Jalan Kapten Abdul Haq-H Komarudin-Soekarno Hatta (Bypass), Kamis (10/1/2019). Pemkot Bandar Lampung akan membangun flyover untuk mengurai kemacetan yang kerap terjadi di perempatan ini. 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG BAYU SAPUTRA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Sekitar 74 bidang tanah dan unit bangunan milik warga terkena dampak rencana pembangunan dua flyover (jalan layang). Puluhan bidang tanah dan unit bangunan itu tersebar di lokasi calon flyover ruas Jalan Untung Suropati-RA Basyid, Kecamatan Tanjung Senang; dan calon flyover ruas Jalan Kapten Abdul Haq-H Komarudin, Kecamatan Rajabasa.

Hingga kini, Pemkot Bandar Lampung masih memproses pembebasan dan ganti rugi tanah dan bangunan tersebut.

Dari total sekitar 74 bidang tanah dan unit bangunan, sebanyak 50-an bidang tanah dan unit bangunan di antaranya berada di lokasi calon flyover Untung Suropati-RA Basyid, Tanjung Senang.

Khusus di Jalan RA Basyid, Camat Tanjungseneng Andi mengungkap setidaknya 27 bidang tanah dan unit bangunan warga akan terdampak proyek flyover. Pihaknya pun telah menyosialisasikan rencana pembangunan flyover tersebut, beserta ganti rugi tanah dan bangunan.

"Warga tidak menolak. Mereka setuju dengan rencana pembangunan flyover untuk memberi kenyamanan dan manfaat bersama," katanya, Jumat (11/1/2018).

Dalam proses pembebasan tanah dan bangunan, pihaknya memberi pengertian soal ganti rugi kepada warga yang terdampak. Andi menjelaskan, Nilai Jual Objek Pajak tanah di Jalan RA Basyid senilai Rp 600 ribu per meter.

"Bukan untuk mengambil keuntungan, tapi memang untuk pembangunan. Untuk teknisnya, Dinas PU (Pekerjaan Umum). Kami hanya membantu sosialisasi," ujarnya.

Sementara di Jalan Untung Suropati, Camat Labuhan Ratu Ardiansyah Makki menyebut ada 23 bidang tanah dan unit bangunan yang bakal terdampak pembangunan flyover Untung Suropati-RA Basyid. Dalam proses pembebasan lahan, ungkap dia, warga meminta harga Rp 3 juta per meter.

"Sampai sekarang belum ada kesepakatan (dengan warga). Rencananya, Senin (14/1/2019) akan ada pertemuan lagi untuk kesepakatan harga," jelas Ardi. "NJOP tanah di wilayah sini beda-beda. Kalau nggak salah, sekitar Rp 600 ribu-700 ribu per meter. Beda-beda setiap rumah dan luasannya," sambungnya.

Halaman
123
Penulis: Bayu Saputra
Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved