Tribun Tanggamus

Awal Tahun Terjadi 16 Kasus DBD di Tanggamus, Warga Diimbau Waspada

Dinas Kesehatan Tanggamus mengimbau masyarakat waspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Awal Tahun Terjadi 16 Kasus DBD di Tanggamus, Warga Diimbau Waspada
GrafisTribunlampung/Dodi
Cara Pencegahan DBD 

Laporan Reporter Tribun Lampung Tri Yulianto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Dinas Kesehatan Tanggamus mengimbau masyarakat waspadai penyakit demam berdarah dengue (DBD). Sebab awal tahun ini sudah terjadi 16 kasus DBD.

Menurut Sekretaris Diskes Taufik Hidayat, kasus DBD yang terjadi dari 1 sampai 18 Januari menyebar di beberapa kecamatan. Ini menandakan ancaman DBD naik drastis.

"Awal tahun ini jumlah kasus DBD tinggi karena musim hujan, selama masa itu maka tren DBD akan naik. Harapannya masyarakat waspada," terang Taufik, Minggu (20/1).

DBD Renggut Nyawa Dua Warga Pringsewu

Ia merinci dari 16 kasus tersebut terjadi di bawah naungan Puskesmas Kota Agung lima kasus, lalu Puskesmas Talang Padang tiga kasus, Puskesmas Siring Betik tiga kasus, Puskesmas Sukaraja dua kasus, Puskesmas Sanggi satu kasus, Puskesmas Wonosobo satu kasus, dan Puskesmas Pasar Simpang satu kasus.

Kondisi tersebut berbeda dengan awal tahun lalu, saat itu selama Januari 2018 hanya satu kasus. Meski pada akhirnya sampai akhir 2018 ada 105 kasus DBD.  Sedangkan tahun ini belum sampai habis Januari sudah ada 16 kasus. Diperkirakan |kasus DBD tahun ini akan lebih tinggi dari tahun lalu.

Untuk itu Taufik mengimbau masyarakat waspada, tujuannya agar jumlah kasus DBD tidak makin tinggi. Kewaspadaan dengan cara tidak memudahkan berkembangnya nyamuk yang jadi penyebar penyakit DBD. Kemudian juga jaga kesehatan diri agar imunitas tubuh tidak turun.

10 Kasus DBD Terjadi di Metro, Diskes Waspadai Siklus Lima Tahunan

"Untuk pencegahan terjadinya DBD harus menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pola hidup bersih dan sehat, makanan bergizi dan cukup istirahat. Kemudian bisa juga menggunakan lotion anti nyamuk dan kelambu di tempat tidur," ujar Taufik.

Ia mengaku untuk pencegahan berkembangnya nyamuk, masyarakat harus lakukan 3 M, yakni menguras tempat penampungan air minimal sepekan sekali, menutup tempat penampungan air, dan mengubur benda-benda bekas yang dapat menampung air.

Hal itu dilakukan karena nyamuk bertelur di air yang bersih, bukan di sungai. Dan air yang bersih ada di sekitar rumah serta di dalam rumah. Pencegahan DBD dilakukan mulai dari dalam rumah lalu ke lingkungan sekelilingnya.

"Kami melalui rapat koordinasi sudah mengimbau kepada lintas sektor dan camat untuk mendukung upaya pengendalian penyakit DBS melalui kegiatan 3M plus abatisasi, lalu rutin gerakan kerja bakti seminggu sekali secara serentak terutama di daerah potensial DBD," ujar Taufik.

Penulis: Tri Yulianto
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved