Tribun Metro

Selasa Siang Website Resmi Pemkot Tak Bisa Diakses Gara-gara Diretas

Website resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) diretas hacker

Selasa Siang Website Resmi Pemkot Tak Bisa Diakses Gara-gara Diretas
Google
ILUSTRASI Situs Malaysia Diretas 

Laporan Reporter Tribun Lampung Indra Simanjuntak 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, METRO - Website resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Metro dan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) diretas hacker.

Dari kedua laman website, peretas KingCyberTorn alias Rx7 memberi pesan upgrade your security. Hingga Selasa siang, situs metrokota.go.id masih belum bisa diakses dan sedang dalam maintenance atau perbaikan.

Warga Metro Digeledah, Polisi Temukan Sabu di Balik Celana Dalam

Kabid Informatika Diskominfo Kota Metro Andi Setiono membenarkan, jika situs resmi pemerintah sedang dalam perbaikan akibat diretas hacker. "Kalau dihack mulai dari kemarin sore. Tapi sudah kita perbaiki bertahap," imbuhnya, Selasa (12/3).

Ia mengaku, sistem tidak terkena. Hanya tampilan laman. Andi mengaku, Pemkot Metro memang menggunakan dua server. Satu server sendiri, sedangkan lainnya menyewa atau menggunakan hosting pihak ketiga.

"Jadi yang kena ini yang pakai pihak ketiga. Kalau server yang kita sendiri itu aman. Kalau untuk kejadian seperti ini sudah kedua kali. Waktu itu kita berhasil selesaikan, pelakunya mahasiswa iseng. Sekarang masih kita tangani," tukasnya.

BREAKING NEWS: Polisi Tangkap 2 Oknum PNS Pemkot Bandar Lampung, Ini Penjelasan Kadiskominfo

Sejauh ini Diskominfo Kota Metro mengaku masih kekurangan tenaga prgoramer. Andi Setiono mengatakan, saat ini pihaknya baru memiliki lima tenaga programer untuk menangani seluruh satker. Sehingga masih kekurangan tenaga teknis untuk sistem.

"Kalau idealnya sembilan tenaga. Kemarin dari CPNS ada tambahan dua orang. Tapi kita tidak tahu, apakah itu informatika atau komunikasi. Jadi selain masalah sewa server memang kita kekurangan programer," ujarnya, Selasa (12/3).

Pihaknya juga menyoroti sistem keamanan dengan menggunakan atau membuat aplikasi sendiri lewat pemanfaatan tenaga programer. "Tapi masalahnya kita kan masih kurang tenaga. Kalau aplikasi bikin sendiri, sistem keamanan lebih terjamin. Karena ada beberapa dinas aplikasi pakai pihak ketiga," imbuhnya.

Penulis: Indra Simanjuntak
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved