Tak Semua Kain Cocok untuk Tie Dye
Tak Semua Kain Cocok untuk Tie Dye
Menurutnya, tidak semua jenis kain cocok dan pantas untuk digunakan pada pembuatan tie dye. Sebab, bila salah memilih bahan dasarnya, maka esensi nilai keunikan dari pakaian ini bakal berkurang. Oleh sebab itu, baginya hal ini cukup menjadi pokok perhatiannya.
"Memang tidak ada standar khusus, pada jenis kain untuk dijadikan bahan dasar jenis pakaian tie dye ini. Tetapi, hal ini kembali lagi segi kepantasan dan kesan yang dimunculkan oleh pengguna pakaian ini. Biasanya untuk membuat pakaian ini, saya menggunakan jenis kain berbahan kaos khusus.
Selain itu, dalam proses pembuatannya teknik celup ikat dan pewarnaannya lebih efektif dan sempurna ketika menggunakan kaos ini. Sejauh ini, untuk mendapatkan jenis kaos tie dye ini masih harus didatangkan dari Jakarta," kata Meita.
Dia menambahkan, untuk menghasilkan handmade ini dibutuhkan waktu sekitar 3 - 5 hari. Hal ini disesuaikan dengan terik panas sinar matahari, proses pengeringan ini menjadi salah satu tahap yang harus dilalui dalam pengerjaannya.
Berbicara soal harga, untuk jenis jilbab (kerudung) dibandrol Rp 60ribu/ buah dan dress tie dye Rp 150ribu - Rp 200ribu, hal ini tergantung pada jenis pewarnaan dan tingkat kesulitan pembuatannya.
Terlepas dari hal tersebut, diakuinya, saat ini pemasaran sejumlah produk tie dye hasil kerajinannya masih terbatas pada online, kegiatan bazaar dan promosi di dalam komunitasnya. Namun demikian, menurutnya media ini cukup efektif dan terbukti menunjang kegiatan bisnisnya dengan sambutan cukup baik di kalangan pecinta tie dye.(ferika)

