Gerhana Matahari 9 Maret

Warga Mukomuko Mengeluh Sakit Mata Usai Saksikan Gerhana

"Mata sebelah kiri saya kabur karena melihat gerhana matahari,"

Warga Mukomuko Mengeluh Sakit Mata Usai Saksikan Gerhana
ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko
Kacamata dengan filter khusus untuk melihat gerhana matahari.

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, MUKOMUKO, BENGKULU - Sejumlah warga Kabupaten Mukomuko mengeluhkan sakit mata usai menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) di daerah ini pagi tadi.

"Mata sebelah kiri saya kabur karena melihat gerhana matahari," kata Nurmalasari, warga satuan pemukiman (SP) VII Kecamatan XIV Koto, Rabu.

Sekitar ratusan orang warga di daerah ini menyaksikan GMT di dalam dan di halaman belakang kantor bupati daerah itu.

Nurmalasari mengalami sakit mata karena tidak memakai kacamata khusus gerhana matahari, dari lantai satu gedung itu, karena tidak mendapat pembagian kacamata dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

"Saya tadi salat kusuf di Masjid. Sampai di sini (kantor bupati) kacamata sudah habis dibagikan," ujarnya.

Kepala BMKG Provinsi Sumatera Barat Rahmat Triyono menyatakan tidak mengizinkan warganya menyaksikan gerhana matahari tanpa menggunakan kacamata khusus gerhana matahari.

Di Mukomuko 100 persen sinar matahari tertutup bulan, sehingga sebagian besar wilayah itu gelap total.

"Wilayah Mukomuko menjadi gelap selama 1 menit 43 detik karena 100 sinar matahari di daerah ini tertutup bulan," ujar Rahmat.

Editor: Reny Fitriani
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved