Opini

Kejahatan Seksual oleh Remaja, Salah Siapa?

KASUS kekerasan terhadap anak dan remaja sering disebut fenomena gunung es

Tayang:
Penulis: Gustina Asmara | Editor: taryono

Media juga memiliki peran penting. Televisi misalnya. Sudah saatnya, televisi menayangkan program-program yang memberikan contoh baik.

Pemerintah dan lembaga terkait harus ikut mendorong agar televisi memberikan tayangan-tayangan yang mendidik.

Tayangan-tayangan dengan segmen anak dan remaja, harus benar-benar disortir agar sesuai dengan nilai-nilai agama, sosial dan kehidupan masyarakat Indonesia yang ketimuran.

Dengan begitu, kasus-kasus kekerasan dan seksual yang melibatkan remaja dan anak bisa ditekan.

Penyelesaian kasus-kasus kekerasan anak dan remaja, pelecehan seksual, pemerkosaan dan pembunuhan, tidak cukup dengan menangkap dan mengadili mereka.

Masih ada kerja panjang untuk mengesahkan payung hukum yang lebih tegas dan sekaligus mengkampanyekan pendidikan seksual yang lebih komprehensif.

Selain itu, kampanye "kembali ke pendidikan keluarga" juga harus kembali dimasifkan. Agar setiap orangtua memberikan perhatian lebih kepada perkembangan anaknya.

Tanpa itu semua, kisah Yuyun, Eno, dan lainnya, hanya akan berlalu begitu saja. Kasus Yuyun, Eno, dan lainnya, harus menjadi momen untuk berubah dan berbenah, bagi semua pihak.

Setiap keluarga, lingkungan, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pemerintah dan lainnya, kini harus bahu-membahu memberikan perhatian lebih kepada perkembangan dan perilaku positif anak.

Dengan begitu, darurat kejahatan seksual yang dilakukan remaja dan anak, bisa ditekan dan diperbaiki.(gustina asmara/wartawan tribun lampung)

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved