Breaking News:

Opini

Kejahatan Seksual oleh Remaja, Salah Siapa?

KASUS kekerasan terhadap anak dan remaja sering disebut fenomena gunung es

Penulis: Gustina Asmara | Editor: taryono

Karena itu, sudah saatnya, setiap orangtua kembali lagi ke khitahnya untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak. Bukan saja pendidikan formal, namun juga pendidikan di dalam keluarga.

Di era saat ini, orangtua harus memberikan perhatian yang lebih intens, menemani anak, dan mengawasi pergaulannya. Karena bisa saja, lingkungan di dalam rumah positif, namun di luar rumah tidak.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan orangtua agar anak bisa berkembang positif baik di dalam rumah maupun luar rumah, yakni dengan melibatkan anak dan mendorong mereka terlibat pada kegiatan-kegiatan positif.

Dukungan Semua Pihak

Bukan hanya orangtua, dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan bagi anak menciptakan sikap positifnya. Semua pihak harus bahu membahu para remaja mendapatkan identitas positif mereka.

Catalano, seorang peneliti dalam Positive Youth Development Program mengkonseptualisasikan bahwa indentitas diri remaja yang positif dapat dicapai melalui beberapa langkah.

Salah satunya, memberikan kesempatan kepada para remaja untuk melakukan kegiatan positif. Orangtua harus mendong dan memberikan dukungan agar anak bisa menyalurkan energinya kepada kegiatan positif itu.

Selain itu, membekali anak dengan pendidikan agama dan ilmu kehidupan, dapat membentengi anak dan remaja dari pengaruh negatif.

Teori identitas diri yang dikembangkan oleh James E Marcia mengemukakan, remaja sebaiknya diberi kesempatan untuk menentukan peran yang mereka inginkan.

Setelah mereka mendapatkan penjelasan mengenai berbagai peluang dan situasi positif, mereka akan merasa tertantang untuk memahami kondisi itu dan mendalami lebih lanjut.

Pihak lain yang berperan besar pada pembentukan karakter positif anak adalah sekolah. Sekolah harus menyediakan wadah bagi remaja dan anak untuk menyalurkan minat dan bakatnya.

Selain itu, agar energi yang dimiliki tersalur pada kegiatan-kegiatan yang positif.

Sekolah juga harus memberikan life skill pada anak, pengetahuan terkait kondisi terkini, agar mereka bisa menyaring berbagai informasi yang didapat dengan baik. Salah satunya, informasi yang mereka dapat dari internet.

Orangtua dan lingkungan juga harus memberikan apresiasi positif atas prestasi mereka. Dengan begitu, muncul rasa percaya diri anak dan mereka terus termotivasi untuk melakukan hal positif.

Orangtua juga berperan memberi lingkungan tinggal yang baik bagi anak. Karena anak yang besar di lingkungan buruk, cenderung berperilaku buruk. Begitu sebaliknya.

Media juga memiliki peran penting. Televisi misalnya. Sudah saatnya, televisi menayangkan program-program yang memberikan contoh baik.

Pemerintah dan lembaga terkait harus ikut mendorong agar televisi memberikan tayangan-tayangan yang mendidik.

Tayangan-tayangan dengan segmen anak dan remaja, harus benar-benar disortir agar sesuai dengan nilai-nilai agama, sosial dan kehidupan masyarakat Indonesia yang ketimuran.

Dengan begitu, kasus-kasus kekerasan dan seksual yang melibatkan remaja dan anak bisa ditekan.

Penyelesaian kasus-kasus kekerasan anak dan remaja, pelecehan seksual, pemerkosaan dan pembunuhan, tidak cukup dengan menangkap dan mengadili mereka.

Masih ada kerja panjang untuk mengesahkan payung hukum yang lebih tegas dan sekaligus mengkampanyekan pendidikan seksual yang lebih komprehensif.

Selain itu, kampanye "kembali ke pendidikan keluarga" juga harus kembali dimasifkan. Agar setiap orangtua memberikan perhatian lebih kepada perkembangan anaknya.

Tanpa itu semua, kisah Yuyun, Eno, dan lainnya, hanya akan berlalu begitu saja. Kasus Yuyun, Eno, dan lainnya, harus menjadi momen untuk berubah dan berbenah, bagi semua pihak.

Setiap keluarga, lingkungan, tokoh masyarakat, dunia pendidikan, pemerintah dan lainnya, kini harus bahu-membahu memberikan perhatian lebih kepada perkembangan dan perilaku positif anak.

Dengan begitu, darurat kejahatan seksual yang dilakukan remaja dan anak, bisa ditekan dan diperbaiki.(gustina asmara/wartawan tribun lampung)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved