Istri Banting Tulang Jadi TKW, Suami Malah Habiskan Uang Kiriman dengan Pemandu Lagu, Celaka Datang

Istri Banting Tulang Jadi TKW, Suami Malah Habiskan Uang Kiriman dengan Pemandu Lagu, Celaka Datang

Editor: taryono
Viral4real
ilustrasi 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Saat istrinya sedang bekerja mati-matian di negeri orang sebagai seorang tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia, pria ini malah enak-enak selingkuh.

Pria asal Lampung Tengah bernama Ryan ini tega mengkhianati istrinya dan menjalin hubungan intim dengan wanita lain, sebut saja Anjani.

Baca: Hotel Alexis Bakal Diubah Jadi Al Ikhlas, Ini Penjelasan Sandiaga Uno

Lebih tragis lagi saat sang pemandu lagu bernama Anjani (30) tersebut meminta tanggung jawab pada Ryan agar mau menikahinya.

Cinta segitiga itu pun semakin runyam. Ryan pun kian galau.

Warga Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah itu memang sedang bermasalah dengan istrinya.

Tapi dia juga tak bisa memutuskan untuk langsung menikahi Anjani karena hubungan dengan istrinya masih sah dan belum cerai.

Apakah Ryan memang berniat menceraikan istrinya yang sedang berjuang sebagai TKW di Malaysia itu?

Baca: Timnas U-19 Vs Malaysia - Timnas Indonesia Tertinggal 1-4

Ryan menolak menikahi kekasih gelapnya karena istrinya baru kembali dari bekerja sebagai tenaga kerja wanita (TKW) di Malaysia.

Ryan menceritakan, cinta terlarangnya dengan korban berlangsung sejak satu tahun lalu.

Awalnya korban yang berprofesi sebagai pemandu lagu di sebuah karaoke di Kecamatan Batanghari Nuban, Lampung Tengah itu sering datang ke warung tuak miliknya.

Pelaku dan korban kemudian menjalin asmara gelap.

Sampai akhirnya pelaku merasa terdesak saat istrinya kembali dari Malaysia.

"Dia minta saya nikahi. Padahal saya bilang nanti, karena saya juga sedang mengurus hubungan saya dengan istri," imbuhnya.

Akhirnya, kisah itu berakhir duka.

Baca: Dinda Kirana Unggah Foto Di Pantai, Netizen: Udah cakep ketutup malah dibuka

Anjani , warga Lampung Timur, tewas di tangan kekasih gelapnya, Ryan (32).

Peristiwa tragis itu terjadi di warung tuak milik Ryan di Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman, Lampung Tengah, Kamis (26/10) lalu.

Dia menjerat leher Anjani dengan seutas tali lalu membenturkan kepalanya ke tembok.

Seusai menghabisi korban, Ryan melapor ke Polsek Seputih Raman. Dia mengatakan kepada polisi bahwa korban tewas karena bunuh diri.

Namun, polisi tidak percaya begitu saja.

Berdasar bukti-bukti dan keterangan sejumlah saksi, akhirnya polisi menangkap Ryan dan menetapkannya sebagai tersangka tiga hari seusai kejadian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lamteng Ajun Komisaris Resky Maulana membenarkan pelaku melapor ke polisi dan mengatakan korban tewas karena bunuh diri.

Namun, polisi terus mendalami kasus ini dengan membentuk tim investigasi.

Baca: Ternyata Ini Penyebab Pria Bertato Tonjok Wajah Janda

Akhirnya, polisi menemukan tanda-tanda adanya kekerasan di tubuh korban.

"Ada tiga bekas tanda kekerasan, yakni di kening, tangan, dan leher korban berupa memar bekas jeratan," kata Resky.

Hasil pemeriksaan di puskesmas juga menunjukkan hal sama. Disimpulkan telah terjadi perlawanan sebelum korban meninggal.

Setelah diinterogasi lebih intensif, akhirnya Ryan mengakui semua perbuatannya.

Ia membunuh korban dengan cara menjeratkan tali di leher dan membenturkan kepala korban ke tembok.

Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pakaian korban, tali plastik berwarna hitam, gunting, pecahan gelas, ponsel, sepeda motor, dan hasil visum.

Pelaku akan dikenai pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
Di hadapan penyidik kepolisian, Ryan mengaku gelap mata karena korban menuntut dinikahi.

"Tidak saya rencanakan (membunuh korban). Akumulasi kekesalan saya memuncak karena dia memaksa minta dinikahi," terang Ryan.

"Padahal, saya juga sedang bermasalah dengan istri. Akhirnya, spontan saya ikat dia dengan tali yang ada di warung, dan saya benturkan kepalanya di tembok," imbuhnya.

Korban Sering Dianiaya

Salah satu saksi mata kunci terungkapnya kasus pembunuhan keji terhadap Anjani (30) adalah sang adik.

Dia mengatakan, Ryan (32) kerap menganiaya kakaknya.

Jika bertengkar, Ryan sering melakukan kekerasan fisik dengan memukul korban.

Sebelum peristiwa tragis itu, adik Anjani pernah menyaksikan pelaku memukuli korban berkali-kali di warung tuaknya di Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputih Raman.

Kejadian itu berlangsung pada malam hari sekitar pukul 19.00 WIB.

"Mas Ryan membawa kakak saya ke dalam kamar di warungnya. Dari dalam terdengar suara kakak saya menjerit meminta tolong," katanya dalam keterangannya kepada Polres Lamteng, Kamis (2/11).

"Setelah itu, ada bekas luka di kening kakak saya dan Mas Ryan menyuruh saya pulang seraya tidak terjadi apa-apa di dalam (warung)," imbuhnya.

Pelaku Mudah Marah

Berdasar data di Satreskrim Polres Lamteng, Ryan (32) kerap melakukan kekerasan terhadap Anjani.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lamteng Ajun Komisaris Resky Maulana mengatakan, kekerasan yang dilakukan pelaku berasal dari keterangan saksi-saksi.

Kekerasan pertama, kata Resky, terjadi pada Mei 2016.

Ketika itu, keduanya baru berkenalan. Akibatnya, korban mengalami memar pada bagian kening dan tangan.

”Kekerasan kedua pada 14 Oktober 2017. Pelaku sempat terlibat cekcok mulut dan akhirnya berujung pada pertikaian. Terakhir, kekerasan yang dilakukan pelaku pada 26 Oktober 2017 yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” jelas Resky, Kamis (2/11).

Para saksi, lanjut Resky, juga membenarkan bahwa Ryan merupakan sosok yang temperamental alias mudah marah.

Bahkan, alasan istri Ryan bekerja ke luar negeri sebagai TKW karena kerap dianiaya.

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved