Heboh Video Guru Pukul Siswa di Dalam Kelas - Penyebar Video Ditangkap Polisi, Ternyata . . .
Heboh Video Guru Pukul Siswa di Dalam Kelas - Penyebar Video Ditangkap Polisi
Sebelum menulis status tersebut, Fery Palque sempat mengunggah video kekerasan terhadap siswa di kelas pada 4 November 2017 sekitar pukul 07.59 WIB.
Ia menyertai unggahan video tersebut dengan menulis "Yang tau ini di mana,mohon segera di laporkan ke pihak yg berwajib. Biar di kasih pelajaran yg setimpal atas perilkaunya yg kayak se**n. Mohon bantun shere nya teman-teman dan sahabat ku," tulisnya.
Unggahannya tersebut mendapat respon dari netizen hingga kemudian menjadi viral. Tak kurang dari 17 ribu komentar dan 61 ribu kali dibagikan.
Namun, kini unggahan Fery Palque ini sudah tak dapat diakses lagi, hanya terlihat status terbarunya yang menuliskan dirinya tertangkap.

Dari penelusuran di profilnya, Fery Palque berasal dari Sambas, Kalimantan Barat.
Mulai bergabung di Facebook pada Februari 2017, dan telah diikuti 1.332 orang.
Video kekerasan terhadap siswa yang berdurasi 37 detik ini, menjadi viral dan terus menyebar.
Baca: Bhayangkara FC Geser Bali United Usai Menang WO Atas Mitra Kukar
Baca: Benarkah Kartu SIM XL, Indosat, Smarfren, dan Telkomsel Disadap Badan Intelijen AS?
Ini Kejadian Sebenarnya, Bukan Pemukulan Guru Terhadap Siswa
Beredarnya video pemukulan terhadap siswa di satu sekolah, saat ini telah menemui titik terang.
Video tersebut ternyata perkelahian antar-murid yang terjadi di sebuah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang ada di Pontianak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Alexius Akim meluruskan video yang sempat viral terhadap kasus perkelahian itu memang terjadi di Pontianak dan itu tidak melibatkan guru dengan siswa atau orangtua dengan murid.

"Itu perkelahian antar sesama siswa, tidak ada melibatkan guru dan orangtua seperti yang dihebohkan di media sosial," katanya, Selasa (7/11/2017).
Akim menegaskan isu yang berkembang itu tidak benar dan saat ini antar sesama siswa tersebut sudah saling damai dan berteman seperti semula.
Ditempat yang sama, komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar, Alik R Rosyid memberikan keterangan pers terkait viralnya sebuah video perkelahian didalam sebuah ruangan belajar.