Bukannya Fokus Hadapi Ujian Akhir, Siswa SMA Ini Pilih Lakukan Ini
Bukanya fokus hadapi ujian akhir, siswa SMA ini pilih lakukan ini.Satu di antara tiga orang yang ditangkap yakni pelajar.
Penulis: hanif mustafa | Editor: Safruddin
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Bukanya fokus hadapi ujian akhir, siswa SMA ini pilih lakukan ini.
Satu di antara tiga orang yang ditangkap di kos-kosan yang disinyalir sebagai tempat pesta Narkoba ternyata masih berstatus siswa .
Baca: Lihat Proyek di Tulangbawang, Belum Lama Dibangun Sudah Seperti Ini
Baca: Lagi di Kamar, Kiki Amalia Didatangi Rombongan Pria Hidung Belang
Di hadapan penyidik Satres Narkoba Polresta, Dio (17) yang ditangkap di kos jalan Laksana Malhayati Gg Mutiara Keluraha Pesawahan Kecamatan Teluk Betung Selatan, mengaku berstatus pelajar dan menunggu ujian akhir.
"Ya nunggu ujian saja, tapi juga nyambi kerja pasang baja ringan," jawab Dio seraya menutupi wajahnya dengan koran bekas, Minggu 26 November 2017.
Dio pun menuturkan menggunakan sabu baru delapan kali, dan itu pun pengaruh lingkungan tempatnya tinggal.
"Saya makai baru delapan kali, gak lebih, dan itu saya dapat sabu dari Sopian (22)," jawabnya sambil ketakutan.
Sementara itu Sopian mengakui jika ia yang mencarikan sabu untuk dikomsumi oleh Dio.
"Iya saya yang mencarikan sabu untuk Dio, tapi kita konsumsi bareng-bareng," sebutnya lirih.
Pria yang bekerja menjadi kuli panggul karung di gudang Teluk Betung ini mengaku mendapatkan barang haram ini dari Hariyadi alias Gandol (22).
"Saya belinya dari Hariyadi, karena dia yang punya link, uangnya dari si Dio," tuturnya.
Beralih ke Hariyadi, mengakui segala perbuatannya.
Dia pun mengatakan jika mendapatkan barang haram dari seseorang bernama Hendra warga Sukarame atas.
"Iya saya disuruh saja, sama Sopian, sekali beli Rp 80 ribu, dan baru delapan kali dimintain tolong," tutupnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/pelajar-narkoba_20171126_150002.jpg)