Antoni Berat Ikuti Cara Makan di SPN yang Hanya Hitungan Detik
Mulai dilarang menghubungi keluarga atau memegang alat komunikasi. Bahkan yang paling berat adalah jadwal makan di SPN.
Penulis: andreas heru jatmiko | Editor: Reny Fitriani
Mimin Aminah (60) orangtua Antoni mengatakan bahwa dari awal buah hatinya tanpa ada paksaan apapun memang ingin menjadi sebuah anggota polisi. Sebagai orangtua jelas hanya bisa mendukung dan mensupport untuk terus maju mencapai cita-cita.
"Saya mendukung anak saya gak pernah saya menyuruh Antoni untuk jadi ini itu, tapi sesuai keinginan dia. Kemarin waktu dia gagal diseleksi Tahun 2016 saya kasih support dan doa juga supaya bangkit. Setiap malam saya doakan dia, dan titip pesen jangan pernah lupa berdoa, " kata Mimin yang mengaku membuka warung sembako kecil-kecilan.
Mimin menambahkan bahwa satu hari sebelum berangkat dan seleksi di SPN saya undang keluarga dan saudara untuk ibadah dan berdoa bersama. Akhirnya perjuangan dan doa berbuah kado yang indah, bahwa Antoni lulus tes bahkan menyandang peringkat pertama.
"Saya pas satu hari sebelum tes, adakan doa bersama dan pas diumumkan lulus saya bersyukur sekali. Apalagi nilai juga terbaik. Paling bersyukur lagi ketika dia menjadi lulusan terbaik se Polda Lampung dan dengan nilai terbaik juga. Saya langsung peluk dia habis upacara sembari menahan tangis, " kata Mimin.
Sementara, K. Sitinjak (65) ayah Antoni mengatakan bahwa waktu itu mengetahui dia tidak lolos, langsung memanggil dan memberikan pengertian dan support bahwa masih ada kesempatan dan orangtua pasti mendukung terus sampai semua terwujud.
" Jadi tau dia gak lulus waktu itu saya langsung kasih semangat dan support aja. Masih ada waktu juga, dia masih muda, makanya Tahun 2017 saya suruh coba dan persiapkan lagi. Puji Tuhan tes dia urutan satu terbaik dan kemarin tanggl 6 Maret diumumkan juga bahwa anak kami Antoni menjadi lulusan terbaik SPN 2017," kata Sitinjak yang bekerja sebagai petani itu.
Sitinjak menambahkan menurut informasi yang didapat, bulan April nanti Antoni segera berangkat ke Mabes Polri untuk bergabung di sana. "Nanti tanggal 2 April berangkat ke Jakarta di Mabes Polri. Kata Antoni Langsa bekerja di sana, tapo bagaian apa masih belum tau, yang jelas gabung dengan tim di Mabes," ujar Sitinjak.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SPN Kemiling Polda Lampung, Kombes Pol Shobarmen mengatakan, para Bintara tersebut memang memiliki prestasi yang baik dari awal menjalani seleksi Anggota Polri.
“Anak ini dari segi intelektual, kesehatan jasmani, mental dan kepribadiannya memang memiliki nilai diatas rata-rata. Sehingga secara kualitas, dia memenuhi stantar kompetensi yang baik,” kata Kombes Pol Shobarmen.
Dia menjelaskan, bahwa dalam menerima para siswa di SPN, pihaknya tidaklah melihat dari latar belakang kaya miskinnya calon siswa, melainkan dari kompetensi yang dimiliki siswa itu sendiri.
“Kita tidak melihat mereka dari suku apa, tidak juga melihat siapa orang tua mereka. Karena, semua siswa kita berlakukan sama. Jadi silahkan saja, dari anak petanikah, pedagang, PNS, silahkan bersaing dengan kompetisi yang sehat,” ungkapnya.
Sebagai kepala di SPN tersebut, Kombes Pol Shobarmen merasa bangga dengan prestasi para siswa itu. Kebanggannya juga terwujud melihat nilai rata-rata dari seluruh siswa yang dari beberapa mata pelajaran mengalami peningkatan dibanding tahun lalu.
“Ini adalah hasil dari kerjasama yang baik antara siswa dengan pengajar.Karena Prinsip dasarnyakan, kalau SDM (sumber daya manusia) nya berkualitas baik, paling tidak materi pelajaran yang diberikan mudah di pahami,” terangnya.
Selain siswa yang berkualitas, lanjut dia, juga harus bersinergi antara siswa dengan pihak pengajar.
“Karena kalau pengajarnya tidak memenuhi kompetensi, tidak akan pas juga. Jadi selain kita menerima para siswa berkualitas, kita juga menyiapkan tenaga pengajar yang berkualitas pula,” lanjutnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/bripda-antoni_20180308_134600.jpg)