Pedagang di Perumnas Way Halim Ribut Lagi, Kini Giliran Penjual Jajanan SD
Menurut Eko, salah satu pedagang, kedatangan mereka menanyakan legalitas karang taruna kuntum mekar di wilayah tersebut.
Penulis: hanif mustafa | Editor: nashrullah
Pihak Karang Taruna Kuntum Mekar membenarkan bahwa pihaknya meminta uang Rp 500 ribu kepada para pedagang jajanan samping SD Al-Azhar untuk pemasangan awning di tanah fasum tersebut.
Ketua Karang Taruna Kuntum Mekar Sugiana Pranata mengatakan, hal ini terkait banyaknya keluhan dari warga Way Halim, khususnya kepala lingkungan, terkait sampah yang dihasilkan.
Baca: Lampung Jadi Tuan Rumah Konferensi Pemuda Islam Internasional untuk Palestina
"Untuk itu kami sebagai wadah pemuda bagaimana bisa bergerak untuk warga banyak bukannya hanya pergolongan, jadi bagaimana fasilitas umum bisa digunakan bersama-sama maka kami punya program untuk keindahan," ungkapnya.
Sugi mengaku ingin membuat gebrakan dengan menjadikan para pedagang sebagai mitra usaha karang taruna.
"Memang kami belum mendapat izin tapi itu fungsi kami selaku pemuda, berkreatif, inovatif lebih maju lebih bagus itu hubungannya," tandasnya.(*)