Berlatih Fokus, Anak Muda Lampung Gemari Olahraga Panahan

Sejumlah anak muda di Lampung menggeluti olahraga panahan. Karena selain melatih fisik

Penulis: andreas heru jatmiko | Editor: Ridwan Hardiansyah
Istimewa
Seorang warga Bandar Lampung sedang berlatih panahan. 

“Kalau baru pertama kali, atau awal-awal, umumnya masih pakai alat punya tempat latihan. Tetapi kemudian, ketika mulai rutin, itu mulai tanya di mana beli alat memanah. Akhirnya, kami sediakan juga toko yang menjual perlengkapan memanah,” papar Bayu.

Anggota Sampai 300 Orang

Pengelola Lampung Horsebow Center, Arafat Panji mengatakan, ia memilih membuka tempat latihan panahan pada 2015 karena melihat olahraga tersebut terkesan ekslusif.

Bahkan, olahraga tersebut jarang dimainkan masyarakat.

“Padahal, olahraga panahan bisa dilakukan semua orang. Saya kira itu peluang untuk menghilangkan kesan eksklusif olahraga tersebut, sehingga bisa dinikmati semua orang,” terang Panji.

Sampai saat ini, Panji menjelaskan, jumlah orang yang telah menjadi member sebanyak 300 orang, yang berusia antara 20 tahun sampai 35 tahun.

Sementara, tempat latihan pada awalnya berada di Kepayang, Rajabasa, Bandar Lampung.

Tetapi sekarang, Panji mengungkapkan, pihaknya juga menggunakan beberapa lapangan untuk latihan memanah, antara lain lapangan memanah di PKOR Way Halim serta lapangan sepak bola milik PTPN VII.

“Lapangan untuk latihan biasanya khusus, yang terjamin keamanannya,” kata Panji.

Selain terbuka untuk umum, Panji menerangkan, pihaknya telah bekerja sama dengan sejumlah sekolah.

Sehingga, olahraga panahan menjadi ekstrakurikuler di sejumlah sekolah di Bandar Lampung.

Pengelola Panahan Lampung, Bayu menuturkan, ia baru membuka tempat latihan panahan di kawasan Gunung Terang, Bandar Lampung sejak Agustus 2017 lalu.

Hingga kini, jumlah orang yang berlatih panahan mencapai 45 orang per hari, yang memiliki usia antara 20 tahun hingga 35 tahun.

“Setiap hari, ada yang latihan. Biasanya, setelah Ashar sampai Magrib,” ungkap Bayu.

Sementara, Pengurus Panahan Pringsewu, Andika memaparkan, meski baru berdiri pada 18 Desember 2017, jumlah anggota sampai sekarang telah sebanyak 130 orang.

“Kami latihan di Kompleks Lapangan MARS Pringkumpul, Pringsewu Selatan, yang luasnya sampai satu hektare. Jadwal latihan serempak hari Minggu. Tetapi setiap hari, biasanya ada yang latihan,” tutur Andika.

Latihan Panahan Bertahap

Orang yang ingin latihan panahan di Panahan Pringsewu, Andika menerangkan, cukup mendaftar untuk menjadi anggota.

Setiap anggota akan dikenakan iuran Rp 15 ribu per bulan.

Bagi pemula, Andika mengungkapkan, ada orang yang akan membantu mengajari cara memanah yang benar.

“Jarak sasaran juga diatur dari yang paling mudah. Mulai dari 5 meter sampai 50 meter,” ucap Andika.

Sementara, Panji menerangkan, pihaknya memberikan dua pilihan bagi orang yang mau berlatih memanah, yaitu intensif sebanyak lima kali pertemuan sebesar Rp 150 ribu, atau trial per jam sebesar Rp 30 ribu.

Dan, biaya pendaftaran Rp 25 ribu.

"Arena dibuka setiap hari, kecuali Jumat. Jam operasional dari pukul 08.00 sampai pukul 17.30, dengan durasi latihan 1 jam hingga 2 jam,” kata Panji.

Pihaknya pun menyediakan instruktur yang akan membantu pemula belajar memanah.

Baca: Astaga, 350 Wanita Indonesia Ingin Jual Keperawanan, Pendiri Cinderella Escorts Sebut Dalam Proses

Latihan akan dimulai dengan jarak sasaran paling dekat.

“Untuk pemula, latihan panahan hanya dengan jarak 5 meter, bahkan bisa lebih pendek hanya 3 meter. Karena, tujuannya melatih teknik dulu. Nanti kalau teknik sudah bisa, jarak sasaran bertahap ditambah, mulai dari 7 meter, 10 meter, 20 meter dan seterusnya,” jelas Panji.

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved