Polemik Azan Berlanjut, Dosen UI Dicari Rombongan Jawara Sampai Didatangi ke Kampusnya

Polemik Azan Berlanjut, Dosen UI Dicari Rombongan Jawara Sampai Didatangi ke Kampusnya

Penulis: wakos reza gautama | Editor: wakos reza gautama
Facebook
Damin Sada dan Ade Armando 

Dan format azan itu sendiri juga bukan berasal dari wahyu Allah, melainkan berdasarkan mimpi seorang sahabat bernama Abdullah bin Zaid (menurut kisah Abu Dawud). Ia mengatakan bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pria yang mengajarinya mengumandangkan azan. Mimpi itu disetujui oleh nabi Muhammad.

Menurut saya, kisah ini bisa sangat membantu kita memahami bahwa azan itu bukanlah hal yang sakral karena hakekatnya adalah cara untuk menyatakan waktu shalat sudah tiba. Sebuah penanda waktu.

Karena itulah, di Universitas Indonesia misalnya, kuliah atau diskusi akan jalan terus walaupun terdengar azan. Karena itu pula, mayoritas umat Islam saat ini sudah tidak merasa perlu menunggu kumandang azan untuk tahu apakah waktu shalat sudah tiba, karena sudah ada jam sebagai penanda waktu.

Karena itu juga, muazin (mereka yang mengumandangkan azan) tidak selalu merdu mengumandangkan azan, karena kemerduan suara bukan prasyarat mutlak untuk menjadi muazin.

Jadi begitulah. Hakekatnya, azan itu adalah seruan untuk menyatakan waktu shalat sudah tiba sekaligus mengajak orang untuk shalat. Kumandang azan pun tidak selalu merdu, karena hakekatnya memang tidak berurusan dengan estetika. Mau dibaca datar-datar saja juga boleh. Tidak ada yang melarang.

Jadi begitu ya. Menurut apa yang saya pelajari, azan itu tidak suci. Kalau Anda tidak setuju silahkan dan ajukan argumentasi Anda." tulis Ade Armando di akun Facebook nya. 

Tampaknya Damin Sada dan para jawara Jajaka Nusantara tidak puas dengan klarifikasi tersebut.

Dikabarkan mereka sampai mendatangi kampus UI.

Baca: Benarkah Ivan Gunawan Sombong dengan Fans? Video Ini Jadi Buktinya

Baca: Tidak Hanya Artis Indonesia, 5 Seleb Hollywood Ini Juga Pernah Ketahuan Posting Foto Palsu

Kedatangan mereka untuk mengirimkan surat permintaan klarifikasi ke UI.

"Sdr Ade Armando.
Nampaknya anda senang sekali berpolemik dan mengumbar opini di media sosial.

Surat Resmi permintaan Klarifikasi telah saya kirimkan, Lebih baik anda jawab saja terkait itu (Alamat dan Telepon jelas Tertera) dan tak perlu mempermasalahkan hal remeh teknis penulisan surat yang insyaAllah semua akan terjawab bila nanti bertemu.

(Kapan dan Dimana) silahkan anda yg tentukan saya siap merapat, dan tak perlu takut bila perlu undang polisi atau sekalian di kantor polisi.

Dan... Menurut anda mungkin Kami "terbelakang", tapi insyaAllah kami cinta Agama dan Negara, karena bagi kami, buat apa "Pinter" kalo keblinger !" tulis Damin Sada

Ade Armando menanggapi perihal permintaan pertemuan klarifikasi Damin Sada

"Bung Damin Sada.
Anda mau diskusi dengan saya, silahkan.
Seperti yang saya tulis, Anda saja tentukan tempatnya.
Saya hanya minta di daerah Menteng.
Kalau maunya di kantor polisi, ya silahkan atur.
Anda yang mengundang, Anda yang mengatur." tulis Ade Armando.

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved