Penjara Paling Brutal dan Kejam Di Dunia ini Bikin Penjahat Langsung 'Tobat'
Dikenal sebagai "Alcatraz of the South" dan "The Farm," Penjara ini dianggap sebagai satu penjara paling brutal dalam sejarah.
Beberapa narapidana bahkan kehilangan nyawa saat bekerja di perkebunan.
Baca: 7 Tahun Terpisah, Kisah Reuni Singa dan Tuannya Ini Bikin Meleleh
Ketika kisah-kisah pelecehan dan kondisi hidup yang keras meloloskan dinding-dinding perkebunan, negara mengambil alih kendali penuh penjara pada 1901.
Namun itu semua sia-sia.
Negara tidak pernah mengalokasikan dana yang tepat untuk perbaikan penjara dan terus menurunkan biaya.
Pada 1940-an, seorang mantan tahanan Angola, William Sadler, menulis serangkaian artikel yang menggambarkan kehidupan tidak manusiawi di penjara.
Dia menggambarkan seorang sipir yang akan berjalan dengan setrip kulit tiga kaki untuk memukul para tahanan.
3. Kasus kematian di Angola

Ketika negara gagal untuk menyediakan kondisi yang lebih baik, para tahanan mengambil tindakan dengan tangan mereka sendiri.
Insiden yang menyayat hati terjadi pada 1952.
Baca: Ayah Pamer Foto Putra dan Pacar Laki-lakinya, Si Anak Menangis dan Kisahnya Viral
31 narapidana menggorok tendon Achilles mereka untuk memprotes kondisi kejam di penjara.
Dalam buku, The Life and Legend of Leadbelly, perlakuan di penjara Angola digambarkan sebagai perbudakan.
Penjahat akan rusak ketika mereka diberitahu bahwa mereka telah dijatuhi hukuman ke Angola.
Paling sering, kekerasan adalah hasil dari ketegangan rasial Hitam-Putih.