Penjara Paling Brutal dan Kejam Di Dunia ini Bikin Penjahat Langsung 'Tobat'
Dikenal sebagai "Alcatraz of the South" dan "The Farm," Penjara ini dianggap sebagai satu penjara paling brutal dalam sejarah.
Pada 1950-an, setiap tahun satu dari setiap sepuluh narapidana menerima luka tusukan.
Para tahanan yang menggorok tendon mereka kemudian dikenal sebagai “Heel String Gang.”
Tindakan mereka tidak berjalan sia-sia.
Kantor-kantor berita nasional mulai menulis cerita-cerita eksposur tentang kondisi hidup di penjara Angola.
Baca: Komputer Kantor di Negara Ini Mati Otomatis Agar Karyawan Tidak Lembur
Majalah Collier's November November 1952 menyebut penjara itu sebagai "penjara terburuk di Amerika."
Margaret Dixon, redaktur pelaksana dari Baton Rouge Morning Advocate , bekerja untuk membawa reformasi di penjara.
Usahanya membantu penjara sampai batas tertentu.
Pada 1976, Lembaga Pemasyarakatan Margaret Dixon dibuka dinamai menurut namanya.
Tapi tetap saja, kekerasan tidak bisa diatasi.
Dalam beberapa dekade berikutnya, perbudakan seksual menjadi kejadian umum.
Para tahanan yang disukai oleh para sipir diberi senjata untuk berpatroli sebagai penjaga.
Pada 1970-an, 12 narapidana ditikam rata-rata setiap tahun. (*)