Sindrom Stockholm, Tatkala Sandera "Jatuh Cinta" dengan Penculiknya
Banyak orang mengetahui frasa "Sindrom Stockholm" dari beberapa kasus penculikan dan penyekapan.
Merasa Berhutang Nyawa
Itulah yang terjadi pada empat karyawan bank yang menjadi sandera Jan-Erik Olsson.
Daniel Lang, jurnalis New Yorker, yang mewawancarai korban setahun setelah peristiwa itu, berhasil menggambarkan bagaimana tawanan dan penyanderanya berinteraksi.
Para sandera ini menyatakan bahwa mereka diperlakukan secara baik oleh Olsson.
Saat itu, mereka bahkan percaya telah berutang nyawa kepada penculiknya.
Dalam satu kesempatan, Elisabeth Oldgren yang mengidap klaustropobia diperbolehkan meninggalkan kubah yang menjadi penjara mereka selama berhari-hari, meskipun dengan seutas tali di lehernya.
Elisabeth menjelaskan, Olsson "sangat baik" karena memperbolehkan dirinya pindah.
Sementara Sven merasa bersyukur ketika Olsson berkata akan menembaknya-sebagai ancaman kepada polisi-namun tidak benar-benar melakukannya.
"Saat dia memperlakukan kami dengan baik, kami berpikir dia adalah Tuhan yang membantu pada masa-masa darurat," cerita Sven.
Sindrom Stockholm biasanya diterapkan untuk menjelaskan perasaan ambigu tawanan, tetapi ternyata sikap penculik juga bisa berubah.
Olsson mengungkapkan, pada awal pengepungan, penculik bisa dengan mudah membunuh para sanderanya. Namun, seiring berjalannya waktu, niat awal itu berubah.
Menurut artikel FBI Law Enforcement Bulletin pada tahun 2007, gagasan bahwa pelaku bisa menampilkan perasaan positif terhadap tawanan merupakan elemen kunci dari sindrom Stockholm yang ingin dikembangkan oleh para negosiator krisis.
Keadaan tersebut bisa meningkatkan kesempatan korban untuk menyelamatkan diri.
Seperti Kekerasan dalam Rumah Tangga
Meskipun sindrom Stockholm sudah menjadi perbincangan, tetapi menurut Hugh McGowan yang menghabiskan waktunya di Kepolisian New York selama 35 tahun, kasus ini jarang terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-penculikan_20180517_221442.jpg)