Sindrom Stockholm, Tatkala Sandera "Jatuh Cinta" dengan Penculiknya
Banyak orang mengetahui frasa "Sindrom Stockholm" dari beberapa kasus penculikan dan penyekapan.
The Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders and the International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) juga menyatakan, tidak ada kriteria diagnostik yang diterima secara luas untuk mengidentifikasi sindrom ini.
Apakah ia termasuk ikatan teror, trauma, atau tidak termasuk dalam keduanya.
Namun, berdasarkan keterangan sejumlah psikolog, prinsip dasar kerja sindrom Stockholm bisa dikaitkan dengan situasi lain.
"Contoh klasiknya adalah kekerasan dalam rumah tangga," Jennifer Wild, psikolog klinis di University of Oxford, memulai penjelasannya.
"Ketika seseorang, terutama perempuan, memiliki ketergantungan kepada pasangannya, ia cenderung tetap tinggal bersama mereka," papar Wild.
"Sang istri akan lebih merasa empati dibanding marah saat disakiti," lanjutnya.
"Hal yang sama juga terjadi dalam kekerasan (terhadap) anak. Ketika orangtua menyiksa anaknya secara mental atau fisik, anak tetap melindungi mereka dengan tidak mengatakan yang sebenarnya," jelas Wild lagi.
Istilah sindrom Stockholm sering disematkan pada korban penculikan yang ditemukan setelah bertahun-tahun hilang dari pandangan publik.
Sindrom Stockholm kemudian dianggap sebagai tanda kelemahan korban.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukan pada tahun 2010, Natascha Kampusch menolak pemberian label sindrom Stockholm pada dirinya.
Natascha menjelaskan, kita sebaiknya tidak memperhitungkan pilihan rasional seseorang dalam situasi tertentu.
"Saya merasa itu adalah hal yang wajar jika kita menyesuaikan diri dengan penculik," kata Natascha.
"Apalagi jika menghabiskan banyak waktu bersama mereka. Ini tentang empati dan komunikasi. Mencari normalitas dalam kerangka kejahatan bukanlah sindrom, tapi strategi bertahan hidup," jelasnya.
(Hera Sasmita)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ilustrasi-penculikan_20180517_221442.jpg)