Rahasia Kekuatan Besar Khofifah-Emil yang Tumbangkan Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim

Citra Khofifah yang pernah menjabat sebagai menteri pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Rahasia Kekuatan Besar Khofifah-Emil yang Tumbangkan Gus Ipul-Puti di Pilgub Jatim
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut satu Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan nomor urut dua Saifullah Yusuf (kanan) bersalaman saat Debat Publik I Pilgub Jatim di Gedung Dyandra Convetion Center, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (10/4/2018). Debat publik pertama tersebut menekankan soal pendidikan, ketenagakerjaan, kesehatan, keagamaan, budaya, kemasyarakatan, ideologi, HAM, kebangsaan, kepemudaan dan keperempuanan. (ANTARA FOTO/Zabur Karuru) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, JAKARTA - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA memandang pertarungan antara Khofifah Indar Parawansa dengan Saifullah Yusuf atau Gus Ipul pada Pilkada Jawa Timur cenderung bersifat tradisional.

Menurut peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby, salah satu aspek pertarungan di Pilkada Jatim adalah antara golongan nahdliyin dan nasionalis.

"Jatim itu pertarungan yang sifatnya tradisional antara Khofifah-Gus Ipul," kata Adjie di Kantor LSI Denny JA di Jakarta, Rabu (27/6/2018).

Baca: Arinal-Nunik Unggul di Lampung, Ini Peta Kemenangan Parpol dalam Pilkada 2018 di 15 Provinsi

Baca: Melihat Koalisi PKS dan Gerindra di Pilkada 2018, Tumbang di Tiga Pilgub di Jawa

Adjie menuturkan, faktor citra atau image petahana tidak terlalu kuat melekat pada Gus Ipul. Padahal, Gus Ipul merupakan petahana Wakil Gubernur Jatim.

Namun demikian, citra Gus Ipul sebagai petahana yang memiliki pengalaman dapat disaingi oleh citra Khofifah yang pernah menjabat sebagai menteri pada pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Khofifah pernah menduduki jabatan Menteri Sosial.

Selain itu, pada Pilkada lima tahun silam, selain Gus Ipul, ada sosok Soekarwo yang memiliki pengaruh di basis nasionalis.

Sehingga, kala itu terbentuk kombinasi dukungan yang besar, yakni nahdliyin dan nasionalis.

Akan tetapi, pada Pilkada kali ini, dukungan basis nahdliyin terbagi pada Khofifah dan Gus Ipul.

Namun, terkait dukungan dari basis nasionalis, sosok Emil Dardak cukup berperan dalam menyedot suara.

Halaman
12
Editor: Heribertus Sulis
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved