Jawaban Menohok Tuan Guru Bajang atau TGB soal Pencoretan dari Daftar Capres Alumni 212

"Apa risikonya kalau dicoret? Kita bisa tetap ngaji di sini, bisa tetap silaturahmi, Insya Allah kita bisa makan tiga kali sehari," kata TGB.

Jawaban Menohok Tuan Guru Bajang atau TGB soal Pencoretan dari Daftar Capres Alumni 212
Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) memberikan klarifikasi terkait pemeriksaannya oleh KPK. TGB bicara kepada wartawan di Pendopo Gubernur, Minggu malam (27/5/2018).(KOMPAS.com/FITRI) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Gubernur Nusa Tenggara Barat, Zainul Majid, yang lebih populer dengan sebutan Tuan Guru Bajang  atau TGB, memberi jawaban menohok menanggapi pencoretan dirinya dari calon presiden oleh Alumni 212, lantaran menyatakan mendukung Jokowi menjadi presiden dua periode.

"Itu haknya beliau," ujarnya tenang.

Baca: Jawaban Mengejutkan Ustaz Abdul Somad Saat Ditanya soal Tuan Guru Bajang Dukung Jokowi

Baca: Ucapan Kontroversial Mamah Dedeh, Berujung Permohonan Maaf Secara Langsung di Televisi Nasional

Baca: Anaknya Minta Gendong Saat Salat, Begini Reaksi Ustaz Solmed

Ia lalu menambahkan, "Apa risikonya kalau dicoret? Kita bisa tetap ngaji di sini, bisa tetap silaturahmi, Insya Allah kita bisa makan tiga kali sehari," kata TGB atau Tuan Guru Bajang di sela-sela mengisi kajian Jumat di Masjid Hubbul Wathan Islamic Centre, Mataram, Jumat 6 Juli 2018.

TGB memberikan klarifikasi soal pernyataannya mendukung Jokowi menjabat presiden dua periode.

st hamdana/tribunwajo.com -
Dr KH Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) disambut ribuan santri saat tiba di Pondok Pesantren As'adiyah Pusat, Jl Veteran, Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (25/3/2018).
st hamdana/tribunwajo.com - Dr KH Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) disambut ribuan santri saat tiba di Pondok Pesantren As'adiyah Pusat, Jl Veteran, Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (25/3/2018). ()

"Keputusan ini saya ambil setelah 4 tahun. Saya melihat dan menilai pasca pemilukada serentak, di beberapa daerah itu pembelahan antar umat luar biasa," ujarnya.

TGB mengungkapkan, ada satu pihak mengklaim dialah aspirasi umat, dan pihak yang lain bukan aspirasi umat. Tak hanya itu, narasi dan wacana yang mengemuka berpotensi merusak persaudaraan.

Baca: Syahrini Akhirnya Ungkap Hubungannya dengan Anang Hermansyah

"Wacana dan orasi yang dikembangkan semakin mengkhawatirkan. Ada yang mengutip ayat-ayat perang, seakan-akan pada tahun 2019 itu kita akan mengalami Perang Kurusetra, antara Pandawa dan Kurawa," paparnya.

Sebagai anak bangsa, TGB mengatakan dirinya harus bersikap. "Pilihan saya sebagai anak bangsa, mau diam atau bersuara. Saya ambil pilihan bersuara," ujarnya, seraya menegaskan, sikap yang ia ambil tidak ada kaitanhnya dengan urusan jabatan.

"Ini adalah sikap dari TGB," katanya.

Keputusan tersebut mengagetkan bagi sebagian orang. 

Tak sedikit yang kemudian mempertanyakan alasan TGB mendukung Jokowi.

Halaman
1234
Penulis: Andi Asmadi
Editor: Andi Asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved