Jawaban Menohok Tuan Guru Bajang atau TGB soal Pencoretan dari Daftar Capres Alumni 212

"Apa risikonya kalau dicoret? Kita bisa tetap ngaji di sini, bisa tetap silaturahmi, Insya Allah kita bisa makan tiga kali sehari," kata TGB.

Jawaban Menohok Tuan Guru Bajang atau TGB soal Pencoretan dari Daftar Capres Alumni 212
Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) memberikan klarifikasi terkait pemeriksaannya oleh KPK. TGB bicara kepada wartawan di Pendopo Gubernur, Minggu malam (27/5/2018).(KOMPAS.com/FITRI) 

Sebelumnya diberitakan, TGB memberikan dukungan ke Jokowi dengan alasan memiliki visi untuk melaksanakan pembangunan bersama masyarakat, khususnya masyarakat di Indonesia bagian Timur.

TGB menegaskan, memimpin Indonesia satu periode tidaklah cukup untuk Jokowi.

Baca: Bowo Alpenliebe Blak-blakan soal Acara Meet and Greet, Duitnya Ternyata

Dengan berkaca pada kunjungan Jokowi ke NTB telah 8 kali, TGB menilai hal itu, menjadi komitmen Jokowi untuk melakukan pemerataan pembangunan.

st hamdana/tribunwajo.com -
Dr KH Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) disambut ribuan santri saat tiba di Pondok Pesantren As'adiyah Pusat, Jl Veteran, Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (25/3/2018).
st hamdana/tribunwajo.com - Dr KH Zainul Majdi atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) disambut ribuan santri saat tiba di Pondok Pesantren As'adiyah Pusat, Jl Veteran, Kota Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, Minggu (25/3/2018). ()

Lewat Instagram

Meresposn pertanyaan dan hujatan yang dialamatkan kepadanya, TGB juga buka suara melalui media sosial.

Ia mengunggah sebuah video di akun Instagramnya, @tuangurubajang, Jumat malam.

Dalam video itu, ia meminta tidak menggunakan ayat-ayat perang dalam Alquran untuk urusan kontestasi politik. 

"Apa aset kita yang tidak terlihat sebagai bangsa? Aset yang tidak terlihat itu adalah persaudaraan dan persatuan kita sebagai bangsa. Kita ini bersaudara. Apakah bapak-bapak berani mengatakan bahwa anda adalah yang haq, sementara lawan politik adalah yang bathil seperti kafir Quraisy? Siapa yang berani? Kalau saya tidak berani. . .

Siapapun yang mendengar ucapan saya ini, tokoh-tokoh, guru-guru yang saya muliakan. Tolong berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang dalam Al-Qur’an. Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa. Saling mengisi dalam kebaikan. . .

Baca: Terungkap Misteri Hilangnya Nining Selama 1,5 Tahun yang Sebelumnya Disebut Tenggelam

Kalau kita berkontestasi politik atau apapun, letakkan itu dalam “fastabiqul khoirot". Letakkan itu dalam “lita’arafu”. Beda-beda gagasan, semangatnya adalah untuk ta’aruf, saling mengisi dan saling belajar. Siapa yang bisa menyelesaikan masalah Indonesia sendirian? Hanya bisa dilakukan jika kita semua bersama-sama.

Halaman
1234
Penulis: Andi Asmadi
Editor: Andi Asmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved