Celana Cutbray Laris Manis, Fesyen di Lampung Kembali ke Tahun 1970

Fashion ibarat seperti roda yang terus berputar. Tren yang sudah pernah hilang bisa kembali menjadi tren.

Celana Cutbray Laris Manis, Fesyen di Lampung Kembali ke Tahun 1970
YouTube
cut bray 

Laporan Reporter Tribun Lampung Jelita Kinanti 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Fashion ibarat seperti roda yang terus berputar. Tren yang sudah pernah hilang bisa kembali menjadi tren. Salah satu fashion yang mulai kembali akan tren adalah celana cutbray, yakni celana yang melebar pada bagian bawah.

Celana cutbray sering disebut sebagai celana era tahun 1970-an, karena celana itu memang pertama kali menjadi tren pada tahun itu dan banyak dipakai oleh pria maupun wanita. Seiring dengan berjalannya waktu tren celana cutbray menghilang.

Di awal tahun 2018, celana cutbray kembali menjadi tren. Terlihat dari banyaknya toko dan mal yang menjualnya. Celana cutbray pun langsung banyak diserbu masyarakat berbagai usia. Mulai dari remaja hingga dewasa.

Baca: Live Streaming Persib Bandung vs Barito Putera Malam Ini Jam 18.30 WIB

Baca: (VIDEO CONTENT) - Legislator Abadi Jaga Basis Suara

Salah satu pusat perbelanjaan yang menjual celana cutbray adalah Center Point. Celana cutbray ada yang basic dan ada juga memiliki rumbai-rumbai kecil di bagian bawahnya. Harga yang ditawarkan terjangkau yakni mulai Rp 159 ribu sampai Rp 179 ribu per celana. Jika memiliki member Center Point diberikan diskon 10 persen.

Assistant Store Manager Center Point Lampung Caecilia Apri H mengatakan, tarif terjangkau itu membuat celana cutbray laris terjual. Dalam satu minggu bisa 12 celana yang terjual. Kebanyakan yang membeli anak muda usia 19-25 tahun.

"Larisnya celana cutbray karena memang sekarang ini fesyen sudah kembali ke zaman tahun 1970-an. Menurut aku celana cutbray itu cocok kalau dipadupadankan dengan blouse, kemeja dan kaus yang diberi outer seperti cardigan," kata dia.

Pusat perbelanjaan lain yang juga menjual celana cutbray adalah Matahari Departement Store. Di sini ada celana cutbray Ako dengan harga Rp 399 ribu. Ada juga celana cutbray C2 dengan harga Rp 379 ribu dan Rp 449.900. Setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu celana cutbray Ako dan C2 diberikan diskon 20 persen.

Ada juga celana Cutbray Lea dengan harga Rp 550 ribu. Harga itu diberikan diskon 20 persen setiap hari. Semua celana cutbray itu banyak dicari konsumen. Ako dan C2 bisa terjual lebih dari 10 pcs dalam seminggu. Sedangkan Lea terjual 10 pcs dalama sebulan.

Di Mal Boemi Kedaton juga ada celana cutbray. Celana itu dijual di tenant Gaudi yang berlokasi di depan Starbucks sejak awal 2018. Harga yang diberikan Rp 358 ribu sampai Rp 498 ribu, tergantung apakah itu barang baru atau barang yang sudah lama ada.

Senior Customer Service Associate Gaudi Putri mengatakan, celana cutbray di sini tersedia dengan berbagai model. Di antaranya ripped, high weiss, ombre, boy friend, dan skinny. Konsumen tinggal memilih mana model yang disuka. Dalam satu minggu celana cutbray bisa terjual 5 pcs.

Kebanyakan yang membeli usia remaja hingga ibu-ibu muda. Meski celana cutbray adalah celana tahun 1970-an namun mereka tetap membelinya karena memang celana itu saat ini sedang tren. Menurut Putri, padupadan celana cutbray itu paling cocok dengan kemeja atau kaus. Bisa juga kaus yang dikombinasikan dengan jaket jeans.(din)

Penulis: Jelita Dini Kinanti
Editor: soni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved