Hobi Fotografi Datangkan Pundi Rupiah

Hobi yang menghasilkan. Begitu pendapat disampaikan beberapa milenial Lampung yang menekuni hobi fotografi.

Penulis: Ferika Okwa Romanto | Editor: soni
shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Lampung Ferika O Romanto 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Hobi yang menghasilkan. Begitu pendapat disampaikan beberapa milenial Lampung yang menekuni hobi fotografi.

Menghasilkan dalam artian fotografi serius digeluti mendatangkan pundi-pundi rupiah bagi para pegiatnya. Bahkan ada dari pemula kini menjadi fotografer profesional banyak menerima tawaran menggiurkan berbekal keterampilan jepret-menjepret obyek foto.

Detty Intan Pradina misalnya, kesehariannya sebagai fotografer muda kerap menerima job foto prewedding wedding, pernikahan, sampai menjadi kontributor foto majalah. Dari beragam kegiatan seputar fotografi itu, ia mendapat pundi-pundi uang yang nominalnya terbilang lumayan.

Bahkan sekarang ia tergabung di Asosiasi Profesi Fotografer Indonesia (APFI) sebagai public relationship. "Bukan sebatas sertifikat atau pengakuan, dengan modal ini aku bisa lebih pede menekuni profesi sebagai fotografer.

Baca: Perkiraan Susunan Pemain Barito Putera Vs Persib Bandung Liga 1 2018

Baca: Pemilik Destinasi Wisata Bukit Harus Berfikir Kreatif

Ia menambahkan, saking cintanya dengan fotografi, hidupnya terasa hampa sehari tidak memegang kamera. Ia saat ini memiliki dua unit kamera jenis yakni DSLR dan mirorrless total seharga Rp 12 juta.

Menurutnya, memiliki perangkat kamera itu penting. Tapi disisi lain, meningkatkan skill, kepekaan, kecepatan melihat moment, kecepatan menjepret, melihat angle manarik, dan kemampuan individu sejenisnya jauh lebih utama.

Hobi fotografi juga digeluti Gilang Karneva. Saat ini ia memiliki kamera Canon Mark II seharga Rp 14 jutaan. Adanya perangkat itu ia beberapa kali menerima job seputar dokumentasi kegiatan dan sebagainya.

Pendapat lainnya disampaikan Budi Martha Utama, fotografer profesional Lampung. Menurutnya, perkembangan fotografi saat ini membuka peluang anak muda menggeluti secara serius dan berpotensi sebagai mata pencaharian.

Tren fotografi saat ini konsep digital imaging dan dunia creative documentasi. Digital imaging atau seni memanipulasi foto menurutnya, sangat dibutuhkan dunia periklanan.

"Begitu juga creative documentasi. Banyak orang butuh dokumentasi untuk wedding, peliputan, seminar, dan moment penting lainnya. Ini jadi peluang positif," ujar Budi..
Ia menambahkan, kamera digital bukan menjadi barang mahal dan mewah saat ini. Masyarakat saat ini sudah lumrah memegang kamera dan menggunakannya untuk mengabadikan berbagai momen disukainya.

"Berbeda satu dekade sebelumnya misalnya, kamera menjadi barang mahal, langka, dan mewah. Perkembangan teknologi membuat kamera menjadi lebih simpel, bahkan hampir di setiap smartphone ada fitur kamera dan harga relatif terjangkau," ujarnya.

Budi menambahkan, produk kamera apapun yang digunakan, relevansi terpenting manfaat karya foto ke arah positif. Selain itu, harus gencar edukasi kepada masyarakat.

"Edukasi agar masyarakat memanfaatkan keahlian dan perangkat kameranya untuk konten atau karya foto bernilai positif. Misalnya, mengeksplorasi alam, mengangkat sisi humanis, dan potensi besar lainnya yang bermanfaat. (fer)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved