Gempa 7 SR Melanda Lombok Utara dan Sebabkan 98 Orang Meninggal, TGB Minta Maaf

Gempa bumi berkekuatan 7 SK melanda Lombok Utara, Minggu 5 Agustus 2018 kemarin.

Instagram/tuangurubajang
TGB bantu penanganan korban bencana gempa, Senin (6/8/2018). 

Tak hanya itu, bantuan untuk para pengungsi juga belum dapat didistribusikan secara merata.

Selain terbatasnya jumlah logistik yang ada, saat ini pengungsi tersebar di berbagai lokasi sehingga menyulitkan pembagian bantuan, khususnya di Kabupaten Lombok Utara.

Baca: Anggun Ajak Netizen Untuk Donasi Membantu Masyarakat Korban Gempa di Lombok dan Bali!

Sementara itu, evakuasi yang dilakukan untuk mencari tahu apakah terdapat wisatawan di Gili Terawangan, Gili Air dan Meno masih terus dilakukan hingga malam ini.

Tidak ada data resmi berapa jumlah wisatawan, baik wisatawan asing maupun domesti yang berada di Gili Terawangan, Gili Air, dan Meno.

Perkiraan awal, terdapat sekitar 1.000 wisatawan di sana, namun ternyata jumlahnya lebih banyak.

Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas telah berhasil mengevakuasi sebanyak 2.700 orang wisatawan asing dan domestik dari ketiga pulau tersebut pada Minggu (6/8/2018), pukul 15.00 WIB.

Wisatawan dievakuasi ke Pelabuhan Bangsal Kabupaten Lombok Utara menggunakan 9 kapal yaitu 1 unit kapal SAR Mataram, 1 unit KAL Belongas, 1 unit kapal SAR Denpasar,  1 unit kapal Pelni, 1 uit kapan Dharma Citra Tiga, 3 unit kapal cepat/ferry Eka Jaya, dan 1 unit kapal cepat/ferry Bali Nusa.

Ribuan wisatawan dan karyawan hotel masih dalam proses evakuasi keluar dari ketiga pulau tersebut.

Evakuasi ini adalah bentuk inisiatif dari wisatawan itu sendiri.

Mereka trauma dengan guncangan gempa 7 SR yang diikuti peringatan dini tsunami.

Mereka juga khawatir adanya gempa susulan yang lebih besar diikuti tsunami karena banyak beredar informasi yang menyesatkan (hoaks) bahwa akan terjadi gempa dengan kekuatan 7,5 SR yang diikuti tsunami di Lombok nanti malam.

Hoaks tersebut beredar luas di wilayah Lombok sehingga membuat warga dan wisatawan takut.

Baca: Gempa Lombok Dipicu Patahan Rinjani, Bagaimana dengan Gunung Anak Krakatau?

Menanggapi hal tersebut, Soetopo menjelaskan bahwa informasi yang beredar tidak benar dan menyesatkan.

Gempa tidak dapat diprediksi secara pasti, berapa magnitude-nya, dimana, dan kapan secara pasti.

Gempa susulan dari gempa 7 SR pasti terjadi tetapi dengan intensitas yang lebih kecil.

Hingga Minggu (6/8/2018), pukul 17.00 WIB, telah terjadi gempa susulan sebanyak 176 kali gempa dengan intensitas kecil.

Masyarakat dan wisatawan di NTB dan Bali dihimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya, serta jangan terpancing pada informasi-informasi yang menyesatkan.(TribunWow.com)

Artikel ini telah tayang di Tribunwow.com dengan judul : Gempa NTB, TGB Tulis Permohonan Maaf untuk Penanganan Korban yang Belum Merata

Penulis: teguh_prasetyo
Editor: teguh_prasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved