Lahiran Secara Caesar, Ibu Asal Lamteng Meninggal. Meski Dianggap Lalai, Keluarga Tak Tuntut RSUD

Kasus meninggalnya ibu usai melahirkan terjadi di Gunung Sugih, Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Penulis: syamsiralam | Editor: Teguh Prasetyo
Thinkstockphotos
Ilustrasi 

Sehingga, dengan kondisi tersebut Ratna dinyatakan meninggal pada 00.10 WIB.

Baca: Kasus Kematian Ibu Melahirkan di Lampura Menurun

Sementara Direktur RSUD Demang Sepulau Raya mengucapkan rasa belasungkawa atas meninggalnya pasien Ratna.

Namun begitu, pihak rumah sakit juga enggan disebut lalai terhadap penanganan pasien di rumah sakit plat merah itu.

"Pertama-tama atas nama pribadi dan manajemen (RSUD DSR), kami menyampaikan rasa belasungkawa yang dalam. Tapi kami hari ini (kemarin) meluruskan terkait pemberitaan adanya kelalaian," terang Direktur RSUD DSR dr Otniel Sriwidiatmoko.

Ia menjelaskan, pihaknya telah menangani pasien sesuai dengan prosedur medis.

Bahkan, penanganan maksimal dilakukan saat pasien datang, selama operasi dan pascaoperasi.

Baca: Seorang Ibu Melahirkan di Pesawat, Pramugari Berubah Peran Jadi Bidan

Sedangkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Lamteng menjelaskan, bahwa banyak masyarakat masih awam terkait hipertensi dan pre eklamasi berat (PEB) pada ibu hamil.

Ketua IDI Lamteng, dr. Yosi Arnos menyebutkan, kedua gejala pada ibu hamil sangat membahayakan.

"Hipertensi dan PEB merupakan gejala yang sebenarnya paling banyak menyebabkan meninggalnya ibu saat melahirkan. Dengan begitu, akan sangat membahayakan ibu dan bayinya," ujar Yosi Arnos.

Sementara dr Yunus menyatakan, pematangan paru janin perlu dilakukan kepada ibu dengan gejala hipertensi dan PEB.

Sehingga, proses persalinan dapat diperhitungkan penyelamatan ibu dan anak, dan jika memungkinakan menyelamatkan satu di antara keduanya. (sam)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved