Demi Bayar Utang, Seorang Pria Nekat Curi Mesin Penyedot Air Milik Tetangganya Sendiri

Polsek Pugung menangkap tersangka pencuri mesin penyedot air di Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Pugung, Tanggamus.

Demi Bayar Utang, Seorang Pria Nekat Curi Mesin Penyedot Air Milik Tetangganya Sendiri
Tribun Lampung/Tri Yulianto
pencuri mesin air 

Laporan wartawan Tribun Lampung Tri Yulianto

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, KOTA AGUNG - Polsek Pugung menangkap tersangka pencuri mesin penyedot air di Pekon Tanjung Agung, Kecamatan Pugung, Tanggamus.

Kapolsek Pugung Inspektur Dua Mirga Nurjuanda menjelaskan, tersangka berinisial DI (30), warga Pekon Tanjung Agung Kec. Pugung.

Baca: Buron 22 Bulan, Pencuri Ini Ditangkap Ketika Sedang Bertamu

"Tersangka mencuri mesin penyedot air merek Sanyo milik Nani (66) yang juga tetangganya," kata Mirga, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP I Made Rasma, Kamis 23 Agustus 2018.

Ia menambahkan, tersangka ditangkap berdasarkan penyelidikan laporan korban.

Pencurian dilakukan, pada Selasa14 Agustus 2018, di rumah korban tepatnya di Dusun Kedaloman Pekon Tanjung Agung Pugung.

Dari hasil penyelidikan dan informasi masyarakat ada yang akan menjual mesin penyedot air merek Sanyo.

Baca: Mobil Pikap Digasak Pencuri Saat Dipanaskan

Tersangka berhasil diidentifikasi dan akhirnya ditangkap.

Mirga menjelaskan adanya pencurian diketahui Nani, saat istrinya akan mandi.

Lantas air tidak keluar dari keran.

"Kemudian korban mengecek mesin itu yang berjarak 100 meter dari tempat mandi, dan ternyata sudah tidak ada. Sehingga mengakibatkan kerugian Rp 400 ribu," jelas Mirga.

Sementara, berdasarkan pengakuan tersangka, dia mengakui mencuri mesin penyedot air dengan cara memotong dan merusak paralon penghubung menggunakan golok.

Baca: Polisi Amankan 4 Pelaku Pencurian Mur dan Baut untuk Keperluan Jalan Tol

Tersangka juga mengaku mesin penyedot air itu akan dijualnya untuk membayar angsuran utang.

Saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Polsek Pugung guna penyidikan lebih lanjut.

Tersangka terancam pasal 363 KUHPidana dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara. (*)

Penulis: Tri Yulianto
Editor: teguh_prasetyo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved