Dua Kecelakaan Maut Beruntun di Lampung, Renggut Nyawa Pengantin Baru dan Siswa SMK
Kecelakaan itu merenggut nyawa seorang wanita pengantin baru dan seorang siswa SMK yang baru seminggu mengendarai sepeda motor sendiri.
Penulis: Heribertus Sulis | Editor: Heribertus Sulis
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Dua kecelakaan maut yang merenggut nyawa korban terjadi berturut-turut di Lampung.
Kecelakaan itu merenggut nyawa seorang wanita pengantin baru dan seorang siswa SMK yang baru seminggu mengendarai sepeda motor sendiri.
Peristiwa memilukan pertama terjadi pada Selasa 28 Agustus 2018 pagi di Jalan Lintas Sumatera depan SPBU Srimulyo, Natar, Lampung Selatan.
Peristiwa menyedihkan kedua terjadi di Jalan Gatot Subroto, Bandar Lampung, Rabu 29 Agustus 2018.
Baca: 2 Remaja Dibiarkan Tergeletak Tewas di Jalan, Polisi Lampung Utara Buru Pelaku
Ayah lewat 2 kali
Daoli Soib terus saja menginjak pedal gas saat melintasi kerumunan orang di Jalur Lintas Tengah (Jalinteng), tepatnya di depan SPBU Srimulyo, Selasa (28/8/2018) pagi.
Kerumunan orang tersebut terjadi pasca kecelakaan, yang merenggut korban seorang anggota Satpol PP Bandar Lampung tewas.
Daoli tak menyangka, anggota Satpol PP Bandar Lampung tewas tersebut ternyata adalah anak kandungnya, Septia Lindasari (30).
Septia merupakan anak kedua Daoli.
Septia tewas usai tertabrak Toyota Fortuner, Selasa sekitar pukul 06.30 WIB.
Daoli mengatakan, pagi itu, ia seperti biasa mengantarkan sang istri mengajar ke SMPN 1 Natar.
Ia berangkat dari rumahnya di Jalan Sukardi Hamdani, Palapa 10L, Kelurahan Gunung Terang, Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung.
Daoli mengendarai mobil.
Saat melintas di depan SPBU Srimulyo, Daoli sempat melihat kerumunan orang akibat kecelakaan lalu lintas.
Namun entah mengapa, Daoli terus menginjak pedal gas.
Padahal biasanya, ia selalu mendatangi lokasi jika melihat ada kecelakaan.
Tapi pagi itu, Daoli memilih untuk mengantarkan sang istri ke sekolah.
Saat pulang, Daoli kembali melintasi lokasi tersebut.
Ia pun tetap melanjutkan perjalanan, tanpa berhenti untuk melihat kecelakaan.
Setiba di persimpangan Universitas Lampung (Unila), pedal kopling mobilnya tiba-tiba terlepas.
Daoli pun berhenti untuk memperbaikinya.
Saat itulah, ponselnya berdering.
Daoli diberi tahu bahwa Septia mengalami kecelakaan.
Setelah mendapat kabar tersebut, Daoli langsung mendatangi lokasi.
Di sana, ia sudah mendapati jenazah anaknya tergeletak bersimbah darah.
"Tidak ada firasat apa pun. Saya memang setiap kecelakaan turun nengok. Tapi, ini nggak ada keinginan. Nggak tahu kenapa," kata Daoli, saat ditemui di rumahnya.
"Setelah itu, saya langsung membawa anak saya ke rumah sakit," tambahnya.
Daoli menuturkan, Septia sudah lima tahun mengabdi sebagai pegawai honorer Satpol PP Bandar Lampung.
"Dari tahun 2013, anak saya menjadi Satpol PP," ucap Daoli.
Korban kemudian dikebumikan di pemakaman umum Sidoharjo Palapa 5 sekitar pukul 14.00 WIB.
"Memang kemarin, anak saya sempat mampir ke rumah. Ya, seperti biasa. Mungkin kangen. Dan, sempat ngasih uang ke keponakannya," tambah Daoli.
Peristiwa kecelakaan yang membuat seorang anggota Satpol PP Bandar Lampung tewas, terjadi saat hendak menyalip truk, Selasa (28/8/2018).
Peristiwa tersebut terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Srimulyo Desa Pemanggilan, Kecamatan Natar, sekitar pukul 06.30 WIB.
Peristiwa anggota Satpol PP Bandar Lampung tewas tersebut bermula saat korban melaju menggundakan sepeda motor Honda Vario berwarna hitam dengan pelat nomor BE 6963 YH.
Korban mengendarai motornya dari arah Bandar Jaya menuju Bandar Lampung.
Saat melaju tersebut, korban berusaha mendahului truk Fuso.
Saat menyalip tersebut, di depan korban, ternyata ada kendaraan lain dari arah berlawanan, yaitu satu unit Toyota Fortuner dengan nomor polisi BE 1018 BD.
Alhasil, kecelakaan pun tak terelakkan.
Hal itu membuat korban yang merupakan anggota Satpol PP Bandar Lampung tewas.
Peristiwa kecelakaan yang menyebabkan anggota Satpol PP Bandar Lampung tewas, dibenarkan Kapolsek Natar, Komisaris Rosef Efendi.
Menurut Rosef, pihaknya telah mengevakuasi korban.
"Ya, sudah kami evakuasi dan kami serahkan ke Unit Laka Satlantas Polresta Lampung Selatan untuk penanganan lanjut," ujar Rosef. (hanif mustafa)
Malu selalu diantar
Jumiati dan Maulani begitu terpukul. Keduanya tak berhenti menangis mengenang anak lelaki yang sangat dicintainya pergi untuk selamanya.
Seorang siswa SMKN 2 Bandar Lampung, Arif Ramadhan, meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas di Jalan Gatot Subroto, sekitar pukul 06.00 WIB, Rabu (29/8).
Peristiwa kecelakaan itu terjadi saat korban akan berangkat ke sekolahnya di wilayah Rajabasa.
Baca: 33 Sekolah di Lampung Selatan Masih Tolak Imunisasi MR, Padahal Orangtua Ingin Anaknya Divaksin
Korban yang membawa sepeda motor tertabrak mobi fuso.
Jumiati terus menangisi anaknya yang telah berpulang.
Begitupun sang ayah, yang terlihat menahan air mata disamping sang istri.
Anggota keluarga yang lain berusaha menghibur Jumiati dengan memeluknya erat.
Sementara para pelayat terus berdatangan silih berganti mengucapkan bela sungkawa.
Maulani dengan suara lemah pun menceritakan bahwa dirinya merasa bersalah karena hari itu (kemarin) tidak mengantarkan sendiri Arif ke sekolah.
Padahal, selama ini, dirinya atau sang istri yang mengantarkan anak keempat mereka itu ke sekolah yang terletak di Rajabasa, Bandar Lampung.
Baca: Usai Imunisasi MR, Siswi Ini Mendadak Lemas dan Kepala Sakit Seperti Ada Luka
Menurutnya, Arif mengaku malu karena selalu diantar orangtua.
Karena itu, ia ingin berangkat sendiri ke sekolah.
"Sudah seminggu ini dia maunya bawa motor sendiri," cerita Maulani di rumah duka Jalan Yos Sudarso Gang Hilyas, kemarin.
Ia mengaku, tak memiliki firasat apapun atas kepergian putra tercintanya itu.
Dan seperti biasa, setiap pagi sebelum berangkat ke sekolah, Arif selalu salaman dengan istri dan dirinya.
Semasa hidup, Arif dikenal anak yang pintar mengaju, bahkan pernah khatam Alquran.
Arif juga dikenal sosok yang ramah dengan siapapun dan selalu menolong.
Karena sikap ramahnya itu, Arif memiliki banyak teman.
"Teman-temannya suka datang bermain ke rumah hingga larut malam," ujarnya.
Kasat Lantas Polresta Bandar Lampung Kompol M Syouzarnanda Mega mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi saat korban keluar dari rumahnya menuju arah Rajabasa ke sekolahnya, di SMKN 2 Bandar Lampung.
Korban sempat keluar jalurnya saat menikung.
Namun dari arah berlawanan truk Hino hijau nomor polisi BE9931BK melintas dan menabrak Mio BE8546YK yang dikendarai korban.
"Jadi korban ini sempat keluar jalurnya dan masuk ke jalur kendaraan yang lainnya dari arah yang berlawanan," katanya.
Korban, terus dia, diduga tidak dapat mengendalikan kendaraan di jalan menikung sehingga masuk ke jalur kanan dan bertabrakan.
Sementara pengemudi truk, M Eris, sudah diamankan polisi untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Wakil Kepsek SMKN 2 Bandar Lampung Supiono mengaku sangat berduka atas kepergian siswanya tersebut.
Ia mengatakan, Arif siswa kelas X Teknik Audio Video merupakan anak yang rajin.
Saat piket, Arif juga selalu datang lebih pagi.
"Kami ini baru masuk ajaran baru pada Juli lalu dan selama sekolah pada MPLS itu anaknya rajin dan baik," katanya.
Ia berharap, keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan untuk melewati cobaan ini.
Haris Nasution, rekan korban mengaku sangat terpukul atas insiden kecelakaan tersebut.
Dirinya tak menduga rekan sejak duduk masa SMP itu meninggalkan dirinya untuk selamanya.
Di matanya, Arif itu anaknya baik dan suka menolong serta anaknya humoris kalau lagi main game mobile lagend.
"Anaknya suka main game dengan saya, kalau tak ada jam pelajaran kami selalu main game bareng," kenangnya. (bayu saputra)
---> Jangan lupa subscribe Channel YouTube Tribun Lampung News Video