Berawal Berbalas Pantun tentang IMF di Bali, Drama Twitwar Andi Arief dengan Tompi
Berawal Berbalas Pantun tentang IMF di Bali, Begini Drama Twitwar Andi Arief dengan Tompi
Penulis: wakos reza gautama | Editor: wakos reza gautama
"komentar dokter kayak gini, masuknya nyogok ya gini." cuitnya.
"Dus" balas Tompi terhadap komentar Andi Arief tersebut.
Andi Arief kembali membalasnya.
"Kata anak saya ini Tompi apa Tipu. Sekolah tinggi bapaknya gak mengajarkan kepribadian. Anak saya tertawa." tulis Andi Arief.
Lagi, Tompi membalas cuitan Andi Arief yang membawa-bawa anaknya.
"DUS, Jgn bawa anaknya jd tameng. Tak tega saya. Kebodohan jangan dijadikan warisan, setiap anak berhak pendidikan yang layak."
Andi Arief kembali menyindir Tompi sebagai dokter yang pro kemewahan.
Baca: Curi Motor di Bandar Lampung, Remaja 17 Tahun Diringkus di Lampung Timur
"Kalau dokter @dr_tompi pro kemewahan pertemuan IMF bali wajar karena dia besar di dunia hiburan, kalau Partai wong cilik penjual trah Soekarno memuja kemewahan, kiamat sudah dekat."
Dibalas lagi komentar itu oleh Tompi.
"DUS! Perlu dipahami hidup itu berjalan sinergi. Bukan sepotong2 seperti cara berpikirmu. Btw tanda2 kiamat sudah deket itu lain lagi. Coba sana ngaji dulu yang bener. Cari ulama baik, masih banyak. Jgn modal bacaaan tulisan kardus mie instant!"
Perdebatan mengenai acara pertemuan IMF di Bali ini mengemuka pascaterkuaknya kasus hoax Ratna Sarumpaet.
Isu ini menjadi ramai setelah pihak Prabowo mengkritik pelaksanaan pertemuan IMF di Bali yang mewah di saat situasi Sulawesi Tengah yang porak poranda akibat gempa dan tsunami.
Perdebatan ini pun membuat Chatib Basri, Menteri Keuangan di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) angkat bicara.
Lewat akun Twitter nya, Chatib Basri mengatakan, acara pertemuan IMF di Bali merupakan usulan pemerintahan SBY di tahun 2014. Berikut isi cuitan Chatib Basri mengenai pertemuan IMF di Bali.
Pemerintah bersama Bank Indonesia , pemerintah mengajukan diri menjadi tuan rumah pertemuan tahunan Sept 2014. Prosesnya tdk mudah, bersaing dg negara2 lain. Indonesia dipilih menjadi tuan rumah Okt 2015,