Berawal Berbalas Pantun tentang IMF di Bali, Drama Twitwar Andi Arief dengan Tompi

Berawal Berbalas Pantun tentang IMF di Bali, Begini Drama Twitwar Andi Arief dengan Tompi

Penulis: wakos reza gautama | Editor: wakos reza gautama
ISTIMEWA
Tompi dan Andi Arief 

Di Asia setahu saya baru Filippina, Singapore, Thailand dan Indonesia. Baru empat negara termasuk Indonesia. Proses menjadi tuan rumah tdk mudah, diseleksi dan dilihat kemampuannya.

Ada pertanyaan apakah dg pertemuan tahunan tujuannya untuk meminta tambahan utang?

Jawabannya Sama sekali tidak. Utk meminta tambahan utang, tdk perlu jadi tuan rumah.

Argentina meminta utang IMF tahun ini krn krisis. Mereka bukan tuan rumah.

Di dalam pertemuan ini dibahas situasi ekonomi dunia, diskusi mengenai kebijakan negara2.

Perkembangan teknologi dsb. Indonesia bisa memanfaatkan itu utk komunikasi dan memasukkan ide nya.

Bersama Gubernur Rajan dari India saat itu dalam meeting terbatas saya meminta the Bernanke dari the Fed utk melakukan komunikasi dan mempertimbangkan dampak policy nya pada emerging economies. IMF mendukung kita.

Ini contohnya posisi Indonesia yg diperjuangkan juga di annual meeting US warned over recovery as QE3 uncertainty risks EM slowdown.

Tahun 2014, ketika Yellen menjadi chair the Fed, Ia mulai mengkomunikasikam policy nya, agar negara lain siap.

Di G-20 Sydney misalnya, sy dan Gub Rajan menjadi lead speaker bersama Yellen waktu itu, membahas dampak Fed policy tdh emerging market.

Itulah salah satu manfaat pertemuan tahunan.

Kita bisa memperjuangkan ide kita di forum2 itu.

Baca: Respons Fadli Zon Saat Ditantang Debat Budiman Sudjatmiko, Asyiknya di Salah Satu TV

Sedangkan utk tambahan utang, tak perlu pertemuan tahunan.

Indonesia justru harus memanfaatkan pertemuan tahunan ini utk memasukkan agendanya. Dg begitu Indonesia akan berperan di level global.

Ada satu lg pertanyaan ke saya, apakah biayanya diajukan th 2014? Tentu tidak. Indonesia diputuskan menjadi tuan rumah Okt 2015.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved