Berawal Berbalas Pantun tentang IMF di Bali, Drama Twitwar Andi Arief dengan Tompi
Berawal Berbalas Pantun tentang IMF di Bali, Begini Drama Twitwar Andi Arief dengan Tompi
Penulis: wakos reza gautama | Editor: wakos reza gautama
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Kasus hoax Ratna Sarumpaet sempat membuat politisi Partai Demokrat Andi Arief dengan Tompi terlibat adu argumen di media sosial Twitter.
Kala itu, Andi Arief sempat menuding Tompi sebagai dokter kardus. Ini dikarenakan, komentar Tompi yang sempat meragukan lebam di wajah Ratna Sarumpaet akibat pengeroyokan.
Baca: Digagahi 8 Orang, Termasuk Ayah dan Paman, Siswi SMA di Lampung Utara Takut Tidur Sendirian
"Kalau Tompi itu dokter, dia harus lihat catatan media tempat muka kak @RatnaSpaet dirawat, jangan-jangan Tompi dokter kardus, masuk kuliahnya nyogok. Jangan2 lho." cuit Andi Arief.
Tompi tidak tinggal diam. Ia membalas cuitan Andi Arief.
"Coba aja yg mulia masuk FKUI nyogok. Bawa kardus yg banyak. Harusnya anda itu berterima kasih gak jadi sesat kelamaaan. Kan gak lucu anda menggoreng kelamaan kabar bohong. Sekarang blum terlambant utk minta maaaf. Tuhan aja maha pengampun." timpal Tompi.
Ternyata perseteruan antara Andi Arief dan Tompi belum mereda. Biarpun kasus Ratna Sarumpaet sudah terbongkar, keduanya masih terlibat perang twit.
Ini bermula ketika Andi Arief membuat pantun tentang pertemuan IMF di Bali dengan musibah gempa dan tsunami di Palu, Donggala dan Sigi.
"Rentenir Berkumpul di Bali
Merayakan Duka di Palu
Soekarno bangkit dari Kubur
Matanya sembab
Menangis semalaman" tulis Andi Arief di akun Twitternya.
Tompi ternyata menanggapi pantun Andi Arief itu dalam bentuk pantun juga.
Baca: Fakta di Balik Viralnya Video Tangan Misterius yang Pegang Bocah di Kolam Renang
Baca: Klasemen MotoGP 2018 - Gelar Juara Dunia MotoGP 2018 di Genggaman Marc Marquez Jika . . .
"Pujangga kesiangan , terlalu larut semalam menghitung kardus rampasan
Hingga siang ini, mulutnya masih bau. Tai gigi berkumpul di satu gigi depan, sesekali ia coba tutup karena malu.
Tapi pujangga bermental baja,
Selalu di depan mengajar estetika!" kicau Tompi.
Andi Arief membalas kembali pantun Tompi.