Lava Pijar Gunung Anak Krakatau Justru Jadi Magnet bagi Turis, Ini Buktinya

Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda terus menggeliat. Lontaran lava pijar dan letusan ecil justru magnet bagi turis.

Editor: Safruddin
IST/Umar Penggiat Wisata GAK
Pemandangan menakjubkan lava pijar di Gunung Anak Krakatau pada malam hari. 

Potensi dan keindahan yang dimiliki GAK ini memang sudah lama menjadi perhatian dunia.

Bahkan hingga kemarin, masih banyak wisatawan yang melihat GAK dari jarak aman. Para wisatawan ingin tahu seperti apa aktivitas vulkanik GAK.

Umumnya, para wisatawan berangkat ke kawasan GAK melalui Pelabuhan Canti, Pesisir Rajabasa.

Para wisatawan akan menginap di Desa Tejang yang berada di Pulau Sebesi.

Pulau berpenghuni terdekat dengan kawasan GAK.

Sandi, salah satunya. Ia bersama teman-temannya sudah beberapa hari ini menginap di Pulau Sebesi khusus untuk melihat keindahan GAK dari dekat.

Ia melihat GAK dari balik Pulau Panjang yang berjarak 4-5 kilometer dari GAK.

"Kita sewa kapal tradisional warga Pulau Sebesi. Dari sana kita menuju Pulau Panjang untuk melihat aktivitas GAK. Jaraknya masih aman," kata dia.

Turis Eropa

Umar, seorang penggiat wisata di Pulau Sebesi menuturkan, kondisi aktivitas GAK yang meningkat ini justru menjadi daya tarik bagi wisatawan.

Banyak wisatawan yang ingin melihat langsung GAK dari jarak aman. Para wisatawan ini umumnya dari Pulau Jawa, ada pula turis dari negara eropa.

Menurut dia, momen favorit para wisatawan melihat GAK yakni sore menjelang malam.

Sebab, semburan lava pijar GAK terliha jelas dengan dihiasi langit yang temaram.

Hanya saja, imbuh dia, tidak banyak trip traveller yang tetap membuka jalur menuju kawasan GAK.

Baca: Anak Gadisnya Diperkosa 8 Orang hingga Hamil,  Warga Lampung Ngadu ke Kapolri

Karena khawatir dengan peningkatan aktivitas GAK.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved