Tribun Bandar Lampung

Sudah Diperingatkan karena Berkali-kali Jual Beli Kursi, Oknum Dosen Unila Tak Kapok

Wakil Dekan II Fakultas Hukum Unila Hamzah mengatakan, Widya sudah melakukan hal serupa berkali-kali. Namun, ia tidak pernah kapok.

Sudah Diperingatkan karena Berkali-kali Jual Beli Kursi, Oknum Dosen Unila Tak Kapok
Tribun Lampung/Hanif Mustafa
Widya Krulinasari (paling kanan) seusai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Selasa, 30 Oktober 2018. 

Widya terjerat kasus dugaan praktik jual beli bangku kuliah.

Persidangan yang dipimpin oleh majelis hakim Syamsudin ini diagendakan dengan pemanggilan saksi-saksi. 

Adapun saksi yang dihadirkan yakni Richard Parlindungan Sagala, Daniel R Simbolon, Francis Simanulang, Anita Nofalina Sagala, dan Nisa.

Dalam persidangan, Anita memberi kesaksian bahwa keluarganya rela menggelontorkan ratusan juta agar adiknya, YS, bisa diterima di Fakultas Kedokteran Unila.

"Kami yakin karena dia (terdakwa) berani bertaruh jabatannya sebagai PNS. Kalau tidak masuk, uang dikembalikan 100 persen dan bisa dilaporkan," ungkap Anita saat memberi kesaksian.

Sementara ayah korban, Richard, mengaku membayar mahar Rp 350 juta kepada terdakwa agar diterima di Fakultas Kedokteran Unila.

Duit tersebut dibayar secara bertahap sebanyak tiga kali.

"Pertama Rp 55 juta, kemudian Rp 120 juta, dan terakhir berbentuk buku tabungan sebesar Rp 175 juta. Itu tahun 2017. Tapi, ternyata tidak masuk. Baru dikembalikan buku rekening isi Rp 175 juta dan uang Rp 65 juta yang dibayar tiga kali," tandasnya.

Dalam dakwaan sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Rita Susanti menyebutkan bahwa terdakwa telah melakukan aksi menguntungkan diri sendiri dengan melakukan penipuan.

JPU menuturkan, peristiwa bermula pada Mei 2017.

Baca: Kuasa Hukum Dosen Unila Diduga Cabul Yakin Eksepsi Diterima

Halaman
1234
Penulis: Bayu Saputra
Editor: Daniel Tri Hardanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved