Operasi Zebra Krakatau 2018

Operasi Zebra Krakatau 2018: Pelanggaran Lalu Lintas Paling Banyak Terjadi di Bandar Lampung

Jajaran Polda Lampung menjaring total 28.397 pelanggar aturan lalu lintas dalam Operasi Zebra Krakatau.

Operasi Zebra Krakatau 2018: Pelanggaran Lalu Lintas Paling Banyak Terjadi di Bandar Lampung
Tribun Lampung/Robertus Didik Budiawan
Satuan Lalu Lintas Polres Pesawaran bekerjasama dengan Brigif Marinir melaksanakan razia Operasi Zebra Krakatau 2018 di Jalan Raya Way Ratai, Hanura, Minggu (11/12/2018). 

LAPORAN REPORTER TRIBUN LAMPUNG ROMI RINANDO DAN BAYU SAPUTRA

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Jajaran Polda Lampung menjaring total 28.397 pelanggar aturan lalu lintas dalam Operasi Zebra Krakatau, 30 Oktober-12 November 2018. Dari data tersebut, pengendara sepeda motor mendominasi pelanggaran dengan jumlah terbanyak di Bandar Lampung.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung Komisaris Besar Sulistyaningsih merinci, 28.397 pelanggar aturan lalin itu terdiri dari 20.171 pengendara motor dan 7.935 pengendara mobil.

"Perbandingan dari (Operasi Zebra Krakatau) tahun lalu (2017), memang meningkat sebanyak 622 pelanggaran atau dua persen," katanya, Selasa (13/11/2018).

Direktur Lalu Lintas Polda Lampung Komisaris Besar Kemas Ahmad Yamin menjelaskan pelanggaran paling banyak, termasuk pengendara motor, ada di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung. Jumlahnya mencapai 3.669 tilang.

"Posisi kedua di wilayah hukum Polres Lampung Selatan dengan 3.449 tilang, dan posisi ketiga Polresta Metro 2.530 tilang," ujarnya.

Dari keseluruhan pelanggar aturan lalin, Kemas memastikan mayoritas terkena tilang. Tercatat hanya 291 pengendara yang mendapat teguran.

"Pelanggaran dalam Operasi Zebra Krakatau 2018 naik dua persen. Tahun lalu, jumlah pelanggaran mencapai 27.484 tilang," katanya.

Meskipun pelanggaran terbesar secara angka ada di wilayah hukum Polresta Bandar Lampung, menurut Kemas, secara persentase sebenarnya turun sebanyak 14 persen dari tahun lalu.

"Sementara di beberapa wilayah hukum, justru tilangnya mengalami kenaikan. Di antaranya di Metro yang naik 65 persen, Tulangbawang 38 persen, dan Lampung Utara 23 persen," ujarnya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bandar Lampung Komisaris Syouzuarnanda Mega menambahkan, pelanggaran pengendara motor mayoritas karena tidak membawa surat kendaraan seperti SIM dan STNK.

"Pelanggaran lainnya, tidak pakai helm, melawan arus, dan parkir sembarangan," katanya.

Walaupun Operasi Zebra sudah berakhir, Nanda memastikan pihaknya akan melanjutkan pengawasan serta memberi imbauan kepada masyarakat.

"Kecelakaan sering terjadi akibat pelanggaran aturan lalu lintas. Makanya, kami tetap mengimbau masyarakat Bandar Lampung agar tertib berlalu lintas. Bukan hanya saat Operasi Zebra, tapi di luar operasi juga harus tertib berlalu lintas," tandasnya.

Editor: yoso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved