Membanggakan, Pelari Asal Lampung Juarai Lari Trail Bergengsi GP Ultra 100

Pelari asal Lampung yang menorehkan kembali prestasi dalam ajang lari trail bergengsi di Asia Tenggara, Gede Pangrango (GP) Ultra 100.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
Ist
Alvi Salim dan Riski Saputra 

"Kebetulan kan kita bawa perbekalan jadi mengaturnya itu sambil manjat. Jadi kita yang manajemen sendiri kapan di saat kita manjat, makan, minum adalah diri kita yang tahu maka ketika waktunya harus disempatkan. Start itu mulai dari jam 6 pagi dan finish sampai waktu torehan yang saya tempuh tadi," paparnya.

Awalnya mengikuti event tersebut karena suport latihan dari teman-teman pelatih, senior seperti Syamsul Arif, coach Koko, dan lainnya yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Persiapan latihan memang sudah jauh-jauh hari dilakukan dari sebelum perlombaan dan sempat mengikuti juga event-event yang sama seperti Bromo-Tengger-Semeru (BTS) Ultra-100 pada bulan November lalu.

"Untuk yang BTS Ultra-100 kategori 30 kilometer, sementara untuk yang GP Ultra 100 kategori 25 kilometer," paparnya.

Persiapan dilakukan waktunya dua bulan sebelum pelaksanaan perlombaan mulai berbagai program oleh para pelatih dan teman-teman senior kemudian dieksekusi oleh pelari.

"Misal mulai Senin program beban, Selasa Run, Rabu main tempo Kamis berlatih long run, Jumat naik tangga, Sabtu Minggu long run lagi yang jaraknya bisa sampai 30-40 km di seputaran wilayah Bandar Lampung," jelasnya.

Latihan long run mulai start berputar dari pahoman keliling Bandar Lampung kemudian ke ITERA menuju ke arah kota naik lagi ke Sukadanaham kemudian ke arah BI turun lagi ke arah Telukbetung.

"Terus naik ke arah tanjakan DAMRI berputar lagi ke arah kota sedikit dan masuk ke stadion dan di stadion masih melakukan putaran," beber Alvi.

Ia juga mencari rute-rute tanjakan seperti gunung-gunung di Bandar Lampung seperti gunung Betung dan lainnya.

"Jadi memang betul tiap-tiap race memiliki kesulitan masing-masing dan antara saya dengan peserta yang lain memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing," katanya.

Lomba event trail yang diikuti Alvi tersebut merupakan kali ketiganya. Pertama di Rinjani 100, kedua BTS Ultra 100 dan ketiga di GP Ultra 100.

Alvi mengaku mengenal lari baru tahun 2017 awal. Awalnya hanya lari-lari sehat biasa saja dan kemudian ketemu Riski dan memang di Lampung ada wadah untuk teman-teman yang suka hobi lari.

"Kemudian kok semakin tertarik karena di dalam komunitas banyak yang support dan saya hanya bermodal kepercayaan saja sebenarnya. Jadi kalau badan sehat dan ada kesempatan berangkat lagi insyaallah siap. Namun untuk yang kedepan masih belum bisa dipastikan," tukasnya.

Perjuangan berat dan tidak mudah untuk meraih podium dirasakan oleh Riski Saputra dalam ajang lari trail bergengsi di Asia Tenggara, Gede Pangrango (GP) Ultra100.

Waktu berlari di tempuh yakni selama 5 jam dengan jarak 25km. Ia selama perjalanan hanya minum dan makan buah saja yang disediakan di cek point.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved