Membanggakan, Pelari Asal Lampung Juarai Lari Trail Bergengsi GP Ultra 100

Pelari asal Lampung yang menorehkan kembali prestasi dalam ajang lari trail bergengsi di Asia Tenggara, Gede Pangrango (GP) Ultra 100.

Penulis: Eka Ahmad Sholichin | Editor: Reny Fitriani
Ist
Alvi Salim dan Riski Saputra 

"Dan untuk medan yang dilalui dalam ajang kali ini sangat ekstrem mulai tanjakan dan turunan bebatuan serta licin. Karena dingin kami memakai jaket anti angin," paparnya.

Tantangan di event kali ini yaitu pada track yang sangat berutal, cuaca yang dingin, track bebatuan yang licin serta tanjakan yang panjang dan vertikal.

"Ini event ke 4 dan terakhir untuk tahun ini, dan untuk saya pencapaian tertinggi ada di beberapa event yaitu Rinjani 100, BTS Ultra100 dan GP 100 Ultra," ungkapnya.

Lanjut Riski mengatakan persiapan yang dilakukan untuk menghadapi event ini sudah lama karena sebelumnya juga sudah mengikuti seri sebelum GP Ultra 100.

"Persiapan yang dilakukan latihan naik turun tangga, trackin
lintas alam, dan lari sejauh 20km setiap harinya," paparnya.

Metode berlatih setiap hari dengan program-program yang diberikan oleh pelatih, dan lokasi latihan di stadion Pahoman dan di Gunung Betung.

"Untuk setiap latihan menempuh jarak 15km sampai 21km. Rute latihan di stadion Pahoman dan di gunung Betung," jelasnya.

Ia menambahkan hobi lari digelutinya sejak masih duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP).

"Untuk Event selanjutnya akan ada di tahun depan, insyaallah akan ikut event asia trail master dan grand slam di tahun depan, dan untuk target insyaallah ingin meraih grand slam Indonesia," pungkasnya.

Perwakilan Komunitas Pahoman Adiccted Runners (Pacers) Lampung Dery, menyambut baik dengan torehan yang diraih kedua pelari asal Lampung tersebut.

"Ya wajar sebenarnya dengan raihan itu karena mereka itu sudah berjuang dan berlatih keras bahkan tiap hari dan tiap pagi," paparnya.

Menurutnya, latihan yang dilakukan juga termanejemen dengan baik karena setiap hari beda-beda program latihannya.

Ia pun mengamini bahwa rute pada event kali ini memang medannya ekstrim dan sulit. Karena itu kan dua gunung pertama naik ke Gede sesudah itu ke Pangrango. Jadi medannya dua sehingga dua kali lebih susah.

"Harapannya kedepan di Lampung makin banyak yang hobi lari dan makin ramai sehingga bibit-bibitnya banyak apalagi Lampung saat ini sudah punya nama untuk lari," tandasnya. (eka)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved