Bandara Radin Inten II Lampung Jadi Bandara Internasional, Kemenhub Lengkapi Keimigrasian

Bandara Radin Inten II Lampung Jadi Bandara Internasional, Kemenhub Lengkapi Keimigrasian

Penulis: Noval Andriansyah | Editor: Heribertus Sulis
Kompas.com/Yoga Sukmana
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat tiba di Bandara Raden Inten, Lampung, Minggu (20/11/2016) 

Pada prinsipnya, Qudratul memastikan Bandara Radin Inten II Lampung sudah siap menjadi bandara internasional sejak 4 Januari 2018.

Dalam rapat koordinasi berbagai pihak ketika itu, beber dia, terungkap bahwa Bandara Radin Inten II Lampung siap menjadi bandara internasional.

"Kendalanya? Ya kami juga kurang paham, karena itu kan kewenangan Kemenhub.

Tapi, sejatinya ya sudah tidak ada alasan lagi untuk menunda-nunda, karena semua sudah siap.

Dan, Presiden Jokowi juga sudah memerintahkan," kata Qudratul.

Pihaknya pun berharap surat keputusan peningkatan status Bandara Radin Inten II Lampung yang berada di Kecamatan Natar, Lampung Selatan, itu segera keluar.

"Ya harapan kami, SK penetapannya sudah keluar sebelum tahun berganti (ke 2019)," ujarnya. 

Armada Damkar Tipe I

Bandara Radin Inten II datangkan armada damkar dari Kroasia
Bandara Radin Inten II datangkan armada damkar dari Kroasia (tribun lampung/noval andriansyah)

UNTUK menunjang sarana prasarana menyambut peningkatan status menjadi bandara internasional, Unit Penyelenggara Bandar Udara Radin Inten II mendatangkan armada pemadam kebakaran tipe I.

Wahyu Aria Sakti dari Bagian Hubungan Masyarakat UPBU Radin Inten II mengungkapkan, armada damkar tipe I tersebut didatangkan dari Kroasia.

"Sebenarnya sudah kami pesan sejak lama. Tapi, baru datang sekarang. Kebetulan juga menjelang peningkatan status (menjadi bandara internasional)," kata Wahyu, Minggu (16/12).

Armada damkar tipe I ini, jelas Wahyu, merupakan kendaraan dengan kelas penyelamatan dan pertolongan kecelakaan paling tinggi.

Armada itu, lanjut dia, dioperasikan secara komputerisasi serta mampu membawa air dan foam pemadam api dalam kapasitas besar.

"Semua ini untuk membuat Bandara Radin Inten II lebih baik dan memenuhi standar internasional," ujar Wahyu. (val)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved